Kemlu Ungkap Kabar Terbaru 4 WNI Jadi Sandera Perompak Somalia

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 19:13 WIB
Ilustrasi. Kemlu jelaskan kondisi 4 ABK WNI yang diculik perompak Somalia. Foto: CNNIndonesia/Riva Dessthania Suastha
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengungkapkan kondisi empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera perompak di Laut Somalia.

Juru bicara Kemlu Vahd Nabyl mengatakan kementerian dan perwakilan RI terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menindaklanjuti kasus pembajakan kapal MT Honour 25.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi, dan gaji mereka tetap dibayarkan," kata Nabyl dalam pernyataan resmi, Senin (18/5).

Kemlu dan Kementerian Perhubungan, lanjut dia, juga melakukan pendekatan ke keluarga kru WNI untuk menyampaikan bahwa pemerintah mengupayakan langkah perlindungan yang terbaik bagi WNI di luar negeri.

Saat ini pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait masih terus melakukan negosiasi dengan pihak-pihak di Somalia.

"Besar harapan agar proses ini dapat berlangsung dan selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama," ujar Nabyl.

Pada April lalu, perompak membajak kapal tanker minyak Honour 25 di lepas pantai Somalia. Kapal membawa 17 awak termasuk empat WNI. Para awak itu yakni 10 warga Pakistan, empat warga Indonesia, satu warga India, satu warga Sri Lanka, dan satu warga Myanmar.

Para pejabat Somalia mengatakan insiden tersebut berlangsung pada 22 April malam. Ketika itu, enam orang bersenjata menyerbu kapal yang mengangkut 18.500 barel minyak.

Situs web ShitAtlas melaporkan kapal berangkat dari pelabuhan Berbera pada 20 Februari dan tiba di dekat pantai Uni Emirat Arab tak lama setelah perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran pecah.

Peta pelayaran kemudian menunjukkan kapal berputar-putar di perairan dekat pintu masuk Selat Hormuz sebelum berbalik arah pada 2 April dan menuju ke Mogadishu.

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden semacam ini nyaris nihil di perairan Samudra Hindia yang terkenal dengan aksi pembajan kapal. Namun, belakangan tindakan itu meningkat dan menargetkan kapal penangkap ikan atau kapal kontainer.

Situasi kian mengkhawatirkan mengingat ketegangan yang berlangsung di Selat Hormuz imbas serangan brutal AS-Israel ke Iran.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK