Netanyahu Akui Militer Israel Bajak Armada Flotilla Menuju Gaza

CNN Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 20:18 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu akui militernya cegat armada kapal Global Sumud Flotilla. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui pasukan Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla (GSF), rombongan kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza, Palestina.

Netanyahu mengatakan tindakan pasukan Israel luar biasa karena berhasil menggagalkan rencana jahat.

"Saya yakin Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dan pada intinya menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk menembus blokade yang sudah kami berlakukan terhadap teroris Hamas di Gaza," kata Netanyahu kepada komandan yang memimpin pencegatan tersebut, dikutip AFP.

Dia meminta tentara Israel melakukan tugasnya sebaik mungkin hingga akhir terkait pencegatan ini.

"Anda melaksanakan ini dengan sangat sukses dan tentu saja dengan jauh lebih sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh kita. Lanjutkan sampai akhir," kata Netanyahu.

Sementara itu, Global Sumud Flotilla dalam rilis resmi menyatakan armada mereka diserang Israel.

"Kapal-kapal militer saat ini mencegat armada kami dan pasukan IDF saat ini sedang menaiki kapal pertama di siang hari," demikian menurut GSF di X.

Situs web yang melacak lokasi armada tersebut menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus. "Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan tanpa kekerasan," lanjut mereka.

Pemerintah negara di dunia ini, kata mereka, harus bertindak sekarang demi menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.

"Normalisasi kekerasan pendudukan merupakan ancaman bagi kita semua," imbuh GSF.

Global Sumud Fltoilla merupakan inisiasi untuk mengirim bantuan melalui laut ke Jalur Gaza usai Israel memblokade total wilayah itu dan bantuan dari luar. Sekitar 50 kapal berangkat dari Turki bagian barat daya pada pekan lalu.

Aktivis yang berada di salah satu kapal GSF Suayb Ordu mengatakan relawan tak punya pilihan selain mengangkat tangan dan menyerah secara damai tanpa memberikan perlawanan apa pun.

"Kami tidak pergi ke sana untuk berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan; kami mencoba membuktikan hal sebaliknya kepada dunia," lanjut dia.

Dua WNI yang juga jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai juga ditangkap pasukan Israel dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI merupakan wadah atau delegasi nasional dari Indonesia yang tergabung dalam inisiasi GSF.

"Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," kata Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyidin dalam pernyataan resmi, Senin.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," imbuh dia.

(isa/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK