Mengapa Kelompok Sayap Kanan Makin Menguat di Negara-negara Eropa?

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 13:25 WIB
Demo besar di London. (Toby Shepheard / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi demonstrasi besar-besaran digelar di London Inggris akhir pekan lalu.

Ini merupakan salah satu demonstrasi terbesar dengan slogan "Unite the Kingdom". Peserta demo hingga penyelenggara tokoh sayap kanan Tommy Robinson menyampaikan seruan-seruan konservatifnya dalam demo pada Sabtu (16/5).

"Jutaan orang harus pergi. Mereka seharusnya tidak berada di negara ini. Mereka mengklaim tunjangan. 'Benefit Britain' harus diakhiri," kata Pete merujuk ke jutaan imigran di Inggris, dikutip CNN.

"Apakah kalian siap untuk Pertempuran Britania?" tanya dia ke para pendukungnya yang memadati Parliament Square.

"Atau kita akan kehilangan negara kita selamanya," ujar dia.

Demo "Unite the Kingdom" sendiri disebut tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, tetapi menarik pendukung dari beberapa partai.

Banyak peserta pawai mengenakan warna turquoise - simbol khas partai sayap kanan garis keras Reform UK, yang dipimpin Nigel Farage, arsitek utama Brexit dan sekutu Presiden AS Donald Trump.

Bukan hanya London, pada Februari lalu, sekitar 3.200 orang ikut serta dalam demonstrasi yang dipimpin oleh kelompok sayap kanan Prancis, menyusul kematian seorang aktivis nasionalis yang dipukuli di kota Lyon, Prancis.

Wali kota distrik ke-7, Fanny Dubot, mengatakan kepada Euronews bahwa keamanan telah ditingkatkan di lokasi-lokasi yang berpotensi terancam, seperti bar LGBT dan sebuah masjid.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan ketenangan menjelang penghormatan kepada Quentin Deranque, 23 tahun, yang meninggal karena cedera otak di rumah sakit pekan lalu. Demonstrasi berlangsung di bawah pengawasan ketat polisi, tanpa insiden besar yang dilaporkan.

Penghormatan utama untuk Deranque berlangsung di Lyon, tempat bentrokan antara aktivis sayap kanan dan kelompok sayap kiri telah menjadi sering terjadi.

Perkelahian mereka sering kali berbentuk pertempuran jalanan terorganisir di kota, terkadang melibatkan kelompok yang terdiri dari beberapa lusin orang.

Kelompok-kelompok militan berhaluan kiri ekstrem di Lyon relatif baru dan terbentuk sebagai reaksi terhadap banyaknya kelompok sayap kanan ekstrem yang telah ada selama beberapa dekade.

Kota ini dipandang oleh dinas intelijen sebagai tempat lahirnya aktivisme sayap kanan ekstrem di Prancis.

Sepanjang Mei ini, demonstrasi kelompok sayap kanan dan kelompok anti-suaka di Belanda terus terjadi, diwarnai gelombang unjuk rasa harian di berbagai wilayah, yang memprotes pembukaan penampungan pencari suaka.

Bukan hanya demo, namun sering kali berujung pada kerusuhan, bentrokan dengan polisi, dan pembakaran fasilitas penampungan, seperti kericuhan di penampungan Loosdrecht.

Pada 13 Mei lalu, sekitar 300 hingga 400 pengunjuk rasa melemparkan kembang api dan obor ke arah fasilitas tersebut, memicu kebakaran semak-semak, serta sempat menghalangi mobil pemadam kebakaran.

Di Jerman tak jauh berbeda. Menurut sebuah studi Die Mitte tahun lalu, satu dari 5 warga Jerman yang menganggap diri mereka sebagai bagian dari arus utama kini menunjukkan keterbukaan terhadap ide-ide sayap kanan yang dulunya dianggap tabu.

Studi yang dilakukan sepanjang tahun 2024 hingga 2025 ini mengungkapkan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam sikap anti-liberal dan normalisasi pandangan xenofobia dan sayap kanan ekstrem - bahkan di antara mereka yang tidak memilih partai ekstremis.

Ide-ide sayap kanan ekstrem yang dulunya terpinggirkan dalam politik Jerman, kini mulai merambah arus utama masyarakat.

Temuan baru dari studi Die Mitte yang telah berlangsung lama menunjukkan bahwa satu dari lima warga Jerman yang menganggap diri mereka sebagai bagian dari arus utama tidak lagi secara jelas menolak pernyataan yang terkait dengan ideologi sayap kanan ekstrem.

Para peneliti mengatakan bahwa ini menandai normalisasi ideologi sayap kanan ekstrem yang paling kuat dalam setidaknya satu dekade terakhir.

"Kami dengan jelas mengamati bahwa di pusat masyarakat - yang kami definisikan sebagai pusat demokrasi - sentimen, gambar, citra, dan pandangan dunia ekstremis sayap kanan semakin banyak dibagikan," kata Andreas Zick, salah satu penulis utama studi tersebut dikutip dari laman anadolu.

Ia memperingatkan bahwa dukungan terhadap nasionalisme agresif dan chauvinisme telah meningkat hingga 20 persen, sementara prinsip inti ideologi sayap kanan - bahwa identitas Jerman adalah masalah darah dan leluhur - semakin mendapatkan daya tarik di luar lingkaran ekstremis yang dikenal.

"Apa yang coba disebarkan oleh ekstremisme sayap kanan adalah bahwa ada bangsa Jerman yang alami berdasarkan tradisi dan sejarah. Pandangan ini sekarang lebih banyak dianut di kalangan masyarakat pusat daripada tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah aspek-aspek normalisasi," kata Zick kepada Anadolu.

Para peneliti menemukan bahwa prasangka, stereotip, dan diskriminasi terhadap imigran semakin meningkat, sementara terjadi penurunan yang nyata dalam kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi inti dan tumbuhnya simpati terhadap solusi otoriter.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Mengapa Meningkat?


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :