Alasan Bos Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Mengundurkan Diri

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Mei 2026 14:50 WIB
Kesehatan sang suami jadi alasan Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard mengundurkan diri. (AFP/ERIC BARADAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tulsi Gabbard resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (DNI). Pengunduran diri itu diumumkan pada Jumat (22/5) waktu AS dan akan efektif berlaku mulai 30 Juni 2026.

Mengutip The Washington Post, Sabtu (23/5), dalam surat pengunduran dirinya, Gabbard menyebut alasan utama mundur dari jabatan strategis tersebut adalah kondisi kesehatan sang suami, Abraham Williams, yang didiagnosis mengidap kanker tulang langka. Ia mengaku ingin fokus mendampingi keluarganya dalam masa pengobatan.

"Pada saat ini saya harus meninggalkan pelayanan publik untuk berada di sisinya dan mendukungnya sepenuhnya melalui perjuangan ini," tulis Gabbard dalam surat yang diunggah melalui akun media sosial X miliknya.

Meski demikian, sejumlah media asing melaporkan pengunduran diri Gabbard juga tidak lepas dari dinamika politik internal Gedung Putih dan ketegangan selama ia menjabat sebagai kepala komunitas intelijen AS.

Laporan Reuters dan The Washington Post menyebut, hubungan Gabbard dengan lingkaran keamanan nasional Presiden Donald Trump sempat memanas, terutama terkait sikapnya mengenai Iran. Ia disebut beberapa kali berbeda pandangan dengan kebijakan garis keras pemerintahan Trump terhadap konflik Timur Tengah.

Selain itu, masa jabatan Gabbard juga diwarnai kontroversi. Sejumlah anggota Partai Demokrat hingga mantan pejabat intelijen AS mengkritik rekam jejak dan pendekatan politiknya yang dinilai terlalu partisan. Ia juga sempat menuai sorotan karena pernyataannya terkait Rusia, Suriah, dan dugaan campur tangan politik dalam lembaga intelijen AS.

Media Inggris The Guardian menyebut, masa kepemimpinan Gabbard selama sekitar 15 bulan berlangsung 'bergejolak' dan penuh tekanan politik internal. Ia dikabarkan beberapa kali tersingkir dari pembahasan utama kebijakan luar negeri Gedung Putih.

Di sisi lain, Trump tetap memuji kinerja Gabbard setelah pengumuman pengunduran dirinya. Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menyebut Gabbard telah melakukan 'pekerjaan luar biasa' selama memimpin kantor DNI.

"Sayangnya, setelah melakukan pekerjaan yang hebat, Tulsi Gabbard akan meninggalkan pemerintahan pada tanggal 30 Juni," tulis Trump, melansir Al Jazeera.

Wakil Direktur DNI Aaron Lukas akan menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) hingga pemerintahan Trump menunjuk pejabat definitif baru.

(lid/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK