Pelaku Penembakan Dekat Gedung Putih Pernah Ngaku Jadi Yesus

CNN Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 13:35 WIB
Pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC, AS, disebut memiliki catatan kriminal dan kejiwaan, termasuk pernah mengaku sebagai Yesus Kristus. (Foto: Getty Images via AFP/ROBERTO SCHMIDT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, disebut memiliki catatan kriminal dan kejiwaan, termasuk pernah mengaku sebagai Yesus Kristus.

Berdasarkan catatan pengadilan yang dilaporkan New York Post, Nasire Best (21) pernah ditangkap polisi pada Juli tahun lalu karena masuk tanpa izin dan mengaku sebagai Yesus.

"Dalam insiden itu, Best melewati pos pemeriksaan pejalan kaki Gedung Putih yang terlarang, dengan berjalan melalui jalur pintu putar keluar dan membuat pernyataan tidak masuk akal ketika polisi DC dan agen Secret Service menahannya," demikian laporan New York Post.

"Dia mengaku sebagai Yesus Kristus dan ingin ditangkap," demikian catatan pengadilan mengenai insiden tersebut.

Di media sosial, Best juga pernah mengunggah postingan yang menyuarakan klaim serupa bahwa dirinya "sebenarnya adalah putra Tuhan."

Salah satu unggahannya juga terlihat mengancam akan mencelakai Presiden AS Donald Trump, demikian dilansir dari CNN.

Rentetan tembakan terdengar di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat. Gedung utama pemerintahan Amerika Serikat itu langsung dijaga polisi dan pasukan keamanan usai insiden tersebut.

Pada saat itu, Trump ada di dalam gedung untuk bernegosiasi kesepakatan dengan Iran. Namun, ia lolos dari maut karena terduga pelaku tewas ditembak agen Secret Service saat masih di sekitar Gedung Putih.

"Terima kasih kepada Secret Service dan Penegak Hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di negara kita," kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Nasire Best pernah beberapa kali berurusan dengan Secret Service, termasuk pada Juni 2025 ketika ia menghalangi jalur masuk di Gedung Putih. Ia dibawa ke rumah sakit jiwa secara paksa buntut aksi tersebut.

Belum diketahui apakah penembakan ini memiliki motif politik. Para pemimpin Partai Demokrat dan Republik menyuarakan kecaman terhadap insiden ini.

(blq/rds)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK