Saudi Sediakan Batu Lempar Jumrah, Jemaah Haji Tak Perlu Repot Cari

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 17:06 WIB
Arab Saudi menyiapkan kantung berisi batu kerikil bagi para jemaah calon haji untuk digunakan saat proses lempar jumrah. (Foto: ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi meningkatkan pelayanan haji 2026 dengan salah satunya menyiapkan kantung berisi batu kerikil bagi para jemaah calon haji untuk digunakan saat proses lempar jumrah.

Ketika para jemaah tiba di Mina, mereka tidak perlu lagi mencari atau mengumpulkan kerikil untuk ritual lempar jumrah. Kantong berisi batu kerikil sudah disiapkan dan siap digunakan oleh panitia penyelenggara haji.

Dikutip The Islamic Information, perusahaan pengelola kawasan suci di Saudi, Kidana Development Company, telah menyiapkan kantong-kantong kerikil tersebut lebih awal dan mendistribusikannya di lebih dari 300 titik layanan di sepanjang jalur pejalan kaki di Muzdalifah dan Mina.

Para jemaah cukup mengambil satu kantong dalam perjalanan mereka lalu langsung menuju Jembatan Jamarat tanpa harus berhenti mencari batu kerikil. Ini menjadi sebuah kemudahan kecil menghadapi salah satu rangkaian ibadah haji yang paling menguras tenaga.

Dalam ritual jumrah, jemaah harus melempar tujuh batu kerikil ke jumrah terbesar pada tanggal 10 Dzulhijjah, lalu kembali pada hari-hari berikutnya untuk melempar batu ke arah ketiga jumrah atau pilar yang ada.

Total batu kerikil yang dibutuhkan berkisar antara 49 hingga 70 buah, tergantung apakah jemaah tinggal di Mina selama tiga atau empat hari.

Batu-batu yang dilempar jemaah nantinya jatuh ke ruang bawah tanah fasilitas Jamarat sedalam 15 meter, tempat ban berjalan otomatis mengumpulkannya.

Kerikil tersebut kemudian disaring, dicuci untuk menghilangkan kotoran, lalu dipindahkan ke kendaraan penyimpanan sebelum dikemas ulang dan didistribusikan kembali. Siklus ini terus berlangsung sepanjang hari-hari pelaksanaan haji.

Sistem operasional terintegrasi di kawasan itu juga dilengkapi:

Akses masuk dan keluar Jembatan Jamarat juga dikelola menggunakan kartu Nusuk berbasis RFID dan sistem pelacakan kerumunan digital yang dioperasikan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Arab Saudi.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK