Putin Hapus Utang Warga yang Mau Perang Lawan Ukraina

CNN Indonesia
Kamis, 28 Mei 2026 17:20 WIB
Presiden Putin mengeluarkan dekrit pembebasan utang bagi rekrutan militer baru hingga 10 juta rubel. (via REUTERS/Vyacheslav Prokofyev)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit yang memberikan pembebasan utang hingga 10 juta rubel atau setara US$139,273 (Rp2,48 M) bagi rekrutan baru militer untuk perang dengan Ukraina.

Berdasarkan keputusan itu, dikutip dari DW, anggota baru yang menandatangani kontrak setelah 1 Mei 2026 lalu dan memiliki utang hingga 10 juta rubel akan dibatalkan. Dengan syarat, utang tersebut telah diambil yang bersangkutan sebelum 1 Mei 2026.

Syarat lainnya untuk menerima pembebasan utang itu adalah kontrak minimal satu tahun lamanya. Lalu, kontrak itu juga harus ditujukan untuk menjalankan tugas operasi khusus militer, yang beberapa tahun terakhir merupakan istilah Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Keputusan itu juga tak hanya berlaku bagi prajurit tersebut, tapi juga meliputi pasangan mereka.

Selain dekrit pembebasan utang, Putin juga menekan aturan yang mengizinkan pengerahan pasukan bersenjata di luar Rusia dalam rangka melindungi Warga Negara Rusia dalam menghadapi keadilan di negara lain.

Aturan itu disebut mengizinkan Rusia melakukan intervensi militer di negara lain, di mana kebebasan warga negara Rusia tengah terancam oleh proses peradilan atau penangkapan dilakukan tanpa izin Rusia atau di luar hukum internasional.

Ketua komite pertahanan parlemen Rusia, Andrey Kartapolov, mencontohkan aturan ini akan memungkinkan Rusia melakukan intervensi dalam kasus-kasus seperti yang dialami arsitek Rusia Alexander Butyagin yang ditangkap di Polandia pada 2025 lalu.

Kini, Butyagin telah dibebaskan pada April lalu sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara Rusia dengan Ukraina.

Peperangan antara Rusia dengan Ukraina berlangsung sejak 2022. Bermula saat Rusia hendak menganeksasi Semenanjung Krimea di Ukraina.

Ribuan korban tewas baik sipil maupun tentara imbas perang itu. Komunitas internasional juga sudah berkali - kali menyerukan gencatan senjata permanen. Beberapa bahkan mengajukan proposal perdamaian guna mengakhiri perang. Namun, tak ada satu pun usulan yang diterima kedua pihak.

Teranyar bahkan Moskow telah mewanti-wanti warga asing yang tinggal di Kyiv untuk segera angkat kaki menyusul rencana serangan sistemik yang akan diluncurkan Moskow.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan akan menarget "lokasi-lokasi spesifik" seperti tempat UAV dirancang, diproduksi, diprogram, hingga siap pakai.

(mnf/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK