Netanyahu Makin Semena-mena Perintah Militer Israel Kuasai 70% Gaza

CNN Indonesia
Jumat, 29 Mei 2026 09:52 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 27: Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu addresses world leaders during the United Nations General Assembly (UNGA) at the United Nations headquarters on September 27, 2024 in New York City. World leaders convened f
PM Israel Benjamin Netanyahu perintah militer maju kuasai 70 persen wilayah Gaza. Foto: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengaku telah mengarahkan militer Israel untuk merebut lebih banyak wilayah di Jalur Gaza hingga 70 persen.

Israel hingga kini telah secara efektif mengendalikan sekitar 64 persen dari Jalur Gaza, yang kini hancur akibat agresi militer Zionis selama dua tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu telah berulang kali mengatakan bahwa militer mengendalikan lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Dia menyebut lebih banyak wilayah Gaza akan direbut Israel.

"Kami berada di angka 50 persen, kemudian naik menjadi 60 persen. Arahan saya adalah untuk bergerak, mari kita lakukan langkah demi langkah," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan pada Kamis (28/5).

"Pertama-tama, 70 persen. Mari kita mulai dengan itu. Kami menekan mereka (Hamas) dari semua sisi. Kami akan menangani sisa-sisanya," imbuh Netanyahu.

Selama ini dia menyebut wilayah yang direbut Israel di Gaza, Suriah, dan Lebanon sebagai "zona penyangga" yang dapat mencegah potensi serangan militan, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.

Warga Palestina memandang perluasan zona penyangga Gaza oleh Israel sebagai bagian dari strategi untuk secara permanen menggusur mereka.

Arahan Netanyahu juga muncul saat Israel meningkatkan serangan di Gaza, yang menurut mereka menargetkan pemimpin senior Hamas. Selasa lalu, Israel membunuh kepala kelompok sayap bersenjata Hamas.

Pada Rabu (27/5), Israel juga meluncurkan serangan yang menargetkan dua pemimpin Hamas. Serangan menewaskan 10 orang, termasuk lima anak, dan melukai 18 orang lainnya.

Serangan itu terjadi ketika warga Palestina merayakan Idul Adha, yang dirayakan banyak warga di Gaza dengan berkumpul di tenda-tenda dan bangunan yang hancur imbas bombardir Israel.

(dna) Add as a preferred
source on Google