Media Israel: Netanyahu Sengaja Lanjut Perang Demi Kepentingan Pribadi

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 11:49 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends his trial on corruption charges at the district court in Tel Aviv, on March 12, 2025. (Photo by Yair Sagi / POOL / AFP)
Media Israel sebut Netanyahu sengaja perpanjang perang di Gaza dan Lebanon demi kepentingan pribadi dan politik. Foto: AFP/YAIR SAGI
Jakarta, CNN Indonesia --

Surat kabar Israel Haaretz menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sengaja memperpanjang perang di Jalur Gaza dan Lebanon, demi kepentingan politik dan pribadinya.

Haaretz berpendapat bahwa Netanyahu kembali mengobarkan perang, menyusul kegagalan perang dengan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mustahil untuk tidak mencurigai bahwa pertumpahan darah dimaksudkan untuk memenuhi tujuan politik dan pribadi perdana menteri," demikian tulisan di editorial Haaretz, seperti dikutip Anadolu Agency.

Surat kabar itu merujuk pada perkembangan di Lebanon selatan, di mana ratusan ribu penduduk diperintahkan meninggalkan daerah selatan Sungai Zaharani, usai ditetapkan sebagai zona pertempuran oleh Israel.

Perkembangan terakhir di Lebanon, termasuk pembunuhan di Beirut, disebut menandakan adanya eskalasi parah dan upaya untuk terus menarik Hizbullah ke dalam perang habis-habisan dengan Israel.

Editorial itu juga menyoroti pengumuman Netanyahu yang menginstruksikan militer Israel untuk memperluas kendali Israel di Gaza, dari 60 persen menjadi 70 persen.

"Dengan kedok 'gencatan senjata' di Lebanon dan Gaza yang tidak dipatuhi bahkan untuk sesaat pun, tentara memperluas wilayah di kedua zona pertempuran tersebut.

Menurut Haaretz, Israel menggambarkan eskalasi di Lebanon sebagai upaya untuk menghentikan serangan drone Hizbullah.

"Alih-alih mengakui batasan kekuatan, pemerintah (Israel) malah memerintahkan militer mengintensifkan serangan dan memperdalam pendudukan," demikian bunyi editorial itu.

Haaretz menyebut perang di Lebanon "sia-sia dan tidak ada gunanya", bahkan tidak diketahui tujuannya, ke mana arahnya, dan berapa lama akan berlangsung.

"Perang seperti ini harus segera diakhiri. Setiap hari tambahan adalah hari pembunuhan yang tidak perlu," lanjut Haaretz.

Media itu juga memperingatkan eskalasi baru di Gaza. Surat kabar itu mendesak dukungan terhadap inisiaitf "Dewan Perdamaian" Trump, dan menyerukan upaya menahan eskalasi militer lebih lanjut.

"Semakin cepat konflik ini diakhiri, di Gaza dan Lebanon, semakin sedikit kerusakan yang ditimbulkannya."

(dna) Add as a preferred
source on Google