'Obati' Krisis Iklim dari Rumah, 7 Negara Eropa Perketat Penggunaan AC

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 19:00 WIB
Berikut tujuh negara di Benua Eropa dengan peraturan pembatasan AC yang diterapkan secara resmi.
Berikut tujuh negara di Benua Eropa dengan peraturan pembatasan AC yang diterapkan secara resmi. (iStockphoto/simpson33)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika musim panas membuat keringat mengucur deras, setiap orang mendambakan ruangan yang sejuk.

Maka alat pendingin ruangan alias air conditioner (AC) menjadi salah satu jawaban. Namun, alat ini memiliki sisi kerugian bagi lingkungan yang telah lama mulai disadari terutama di negara-negara Eropa.

Laman program lingkungan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menulis, saat suhu melonjak, penduduk kota di sejumlah negara beralih ke pendingin udara (AC) untuk tetap merasa sejuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironisnya, penggunaan AC yang meluas justru meningkatkan suhu dengan memperburuk krisis iklim. Hal itu dapat menyebabkan hingga tiga perempat umat manusia terpapar periode panas dan kelembapan yang mengancam jiwa pada tahun 2100.

"Pada 2050, jika kita terus berada pada jalur yang sama, hampir 1.000 kota akan mengalami suhu rata-rata tertinggi di musim panas mencapai 35˚C, hampir tiga kali lipat dari 350 kota yang sudah mengalaminya.

Populasi perkotaan yang terpapar suhu tinggi ini akan meningkat sebesar 800 persen, mencapai 1,6 miliar pada pertengahan abad ini," kata Mark Radka, Kepala Cabang Energi dan Iklim Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

Karena itulah sejumlah negara di Eropa, benua yang cukup sebenarnya cukup dingin, mulai membatasi penggunaan AC.

Memang kadang kala terjadi gelombang panas yang semakin sering terjadi. Karena itu pembatasan AC bukan untuk melarang sepenuhnya, tetapi untuk menghemat energi, melindungi lingkungan, dan mendukung target netralitas karbon tahun 2050.

Berikut tujuh negara di Benua Eropa dengan peraturan pembatasan penggunaan AC yang diterapkan secara resmi:

1. Spanyol

Spanyol adalah salah satu negara pertama yang memberlakukan aturan wajib suhu AC di tempat umum, kantor, toko, dan gedung pemerintah harus disetel minimal 27°C saat musim panas.

Dilarang mendinginkan ruangan di bawah suhu itu, dan pelanggar dikenakan denda. Untuk rumah tangga, ini adalah rekomendasi, namun didorong kuat melalui kampanye penghematan energi.

Aturan ini mulai berlaku sejak krisis energi 2022 dan masih diterapkan hingga 2026.

2. Italia

Melalui kebijakan Operasi Termostat, Italia mewajibkan suhu AC di gedung publik dan komersial tidak lebih dingin dari 26-27°C.

Ada toleransi kecil, namun pengawasan cukup ketat.

Di kota bersejarah seperti Roma, Florence, dan Venesia, pemasangan unit luar AC sangat dibatasi atau dilarang sama sekali demi menjaga keindahan dan struktur bangunan warisan budaya.


3. Yunani

Sama seperti Spanyol dan Italia, Yunani menetapkan batas minimal 27°C untuk semua ruang publik, kantor, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pemerintah.

Kebijakan ini dijalankan sebagai langkah nasional penghematan energi, terlebih saat musim panas yang sangat panas dan panjang. Aturan ini juga berlaku untuk hotel dan tempat wisata, kecuali ruangan medis atau perawatan khusus.

4. Prancis

Di Prancis, pembatasan berfokus pada dua hal: suhu dan pemasangan. Suhu AC di gedung negara harus diatur minimal 26°C.

Lebih ketat lagi di kota besar seperti Paris, Lyon, dan Marseille: pemasangan unit luar AC di dinding bangunan sangat dibatasi, butuh izin khusus, dan seringkali dilarang di kawasan bersejarah agar tidak merusak pemandangan kota.

Denda bisa mencapai puluhan ribu euro jika melanggar.

5. Jerman

Jerman tidak menetapkan batas suhu wajib secara nasional, namun pembatasan berjalan lewat peraturan energi dan izin.

Pemerintah mendorong suhu tidak di bawah 25-26°C dan melarang penggunaan AC berlebihan saat jam puncak beban listrik.

Pemasangan AC sulit dilakukan: butuh persetujuan tetangga, izin bangunan, dan harus memenuhi standar efisiensi sangat tinggi. Biaya pemasangan dan listrik mahal membuat penggunaan AC tetap rendah di sana.

6. Swiss

Swiss sangat ketat soal AC. Di banyak kota, pemasangan AC baru di rumah-rumah dilarang, kecuali alasan kesehatan khusus.

Peraturan lingkungan dan perlindungan bangunan membuat biaya dan izin sangat sulit.

Suhu di ruang publik dan kantor dianjurkan tidak di bawah 26°C, dan peralatan pendingin lama dengan zat perusak iklim sudah dilarang sejak lama.

Budaya hemat energi membuat AC dianggap barang mewah dan tidak perlu.

7. Belanda

Belanda mengatur efisiensi dan suhu sekaligus. Gedung baru harus dirancang agar tidak terlalu bergantung pada pendingin buatan.

Di tempat umum dan kantor, suhu AC tidak boleh lebih dingin dari 26°C. Pemasangan unit luar dibatasi di kota tua dan kawasan perumahan.

Pemerintah lebih mengutamakan isolasi bangunan, ventilasi alami, dan tanaman hijau sebagai cara utama mendinginkan ruangan.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]