Penyebab Helikopter Apache AS Jatuh di Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Sebuah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz pada Senin (8/6) waktu setempat.
Dilansir New York Times, sumber menyebut kedua awak berhasil diselamatkan.
Seorang sumber yang tahu insiden itu mengatakan belum jelas apakah Apache itu ditembak jatuh oleh Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau mengalami masalah lain.
Presiden Donald Trump sendiri mengatakan bahwa awak helikopter dalam keadaan baik. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun mengatakan laporan resmi insiden tersebut akan segera dirilis secara resmi.
Komando Pusat Militer AS juga belum memberikan komentar resmi.
Militer AS menggunakan helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, dan pesawat tempur F/A-18 dan F-25, sebagai bagian dari menentang penutupan Selat Hormuz oleh Iran beberapa waktu lalu.
Iran sejauh ini telah menembak jatuh sekitar 30 drone Reaper tak berawak, sementara sejumlah jet tempur AS juga hilang akibat tembakan musuh sejak perang pada 28 Februari lalu.
Namun ini akan menjadi insiden pertama yang melibatkan Apache dalam konflik tersebut.
Helikopter tempur AH-64 Apache, yang dipersenjatai dengan rudal Hellfire, adalah salah satu jenis pesawat paling menakutkan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Apache diterbangkan untuk berpatroli di jalur perairan strategis tersebut sebagai bagian untuk mencegah serangan kapal kecil dan menembak jatuh drone.
Pada bulan April, dua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh Iran diselamatkan setelah melontarkan diri dari pesawat mereka yang rusak dan mendarat jauh di wilayah musuh.
(dna)