Hampir 100 Sekolah di Jepang Tutup usai Beruang Berkeliaran

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 14:33 WIB
Nyaris 100 sekolah di Kota Utsonomiya, Jepang tutup usai sejumlah beruang keliaran di kawasan padat penduduk pekan ini.
Nyaris 100 sekolah di Kota Utsonomiya, Jepang tutup usai sejumlah beruang keliaran di kawasan padat penduduk pekan ini. (Utsunomiya City Hall via Jiji Press / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nyaris 100 sekolah di Kota Utsonomiya, Jepang tutup usai sejumlah beruang keliaran di kawasan padat penduduk pekan ini.

Menurut dewan pendidikan Utsonomiya, total 94 sekolah termasuk sekolah dasar dan menengah pertama negeri di kota itu ditutup mulai Senin (8/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum jelas apakah sekolah-sekolah tersebut akan dibuka kembali di akhir pekan ini.

Para petugas polisi dan anggota asosiasi perburuan setempat turut berpatroli untuk menangkap beruang.

"Kami telah mengerahkan petugas ke daerah-daerah tempat beruang terlihat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendesak mereka untuk tetap berada di dalam rumah," kata seorang pejabat kota, dikutip South China Morning Post (SCMP).

Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan petugas dan para pemburu berhasil menangkap beruang dengan senapan bius lalu mengangkatnya ke truk.

Di tengah upaya itu, otoritas Utsonomiya meminta warga untuk melakukan tindakan pencegahan seperti mengunci pintu dan jendela.

Kelompok Manajemen Satwa Liar sebelumnya melaporkan beruang pertama kali menampakkan diri di Utsonomiya pada 6 Juni.

Sehari kemudian, satu beruang terlihat di halaman sekolah menengah pertama, dan satu lainnya terekam kamera keamanan di kawasan perbelanjaan di pusat kota. Sejak saat itu, terjadi penampakan di berbagai lokasi di seluruh Utsonomiya.

Selain itu, petugas polisi dilaporkan mengonfirmasi keberadaan beruang lagi pada Senin malam.

Jepang sudah lama bergulat dengan masalah beruang yang semakin meningkat hingga menyebakan kematian. Serangan tersebut mencapai rekor tertinggi pada musim gugur lalu.

Situasi tersebut menjadi keadaan darurat nasional dan membuat pihak berwenang mengirim pasukan militer ke daerah-daerah yang terkena dampak parah.

Video-video beruan mengacak-acak lorong supermarket dan berkeliaran di halaman sekolah viral di media sosial dan membuat masyarakat setempat khawatir.

Serangan beruang yang meningkat disebabkan beberapa faktor, diantaranya populasi beruang yang melonjak di tengah penurunan perburuan.

Perubahan iklim juga menyebabkan hasil panen yang buruk dan mendorong beruang mencari makanan di tempat lain. Selain itu, penurunan jumlah orang yang tinggal di pedesaan memungkinkan beruang memasuki daerah yang dihuni manusia dengan lebih mudah.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]