Spesifikasi Drone Laut AS Selamatkan Kru Apache Jatuh di Dekat Hormuz

CNN Indonesia
Jumat, 12 Jun 2026 11:36 WIB
Ilustrasi drone laut. Foto: Getty Images via AFP/LUKE SHARRETT
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua kru helikopter Apache Amerika Serikat (AS) berhasil diselamatkan usai kendaraan mereka diduga ditembak jatuh oleh Iran di dekat Selat Hormuz awal pekan ini.

Para kru diselamatkan menggunakan drone laut Corsair, yang menandai pemakaian perdananya untuk misi penyelamatan.

Corsair merupakan kapal tanpa awak yang mampu membawa beban hingga 450 kilogram. Kapal dengan panjang 7,3 meter ini dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 35 knot (40 mph).

"Pesawat Corsair berukuran sebesar perahu nelayan dengan dek datar, jadi dirancang untuk dapat memuat barang dan mungkin mampu menampung tiga hingga empat orang," kata Bryan Clark, ahli drone angkatan laut di lembaga think tank Hudson Institute, seperti dikutip BBC.

Menurut Clark, Corsair memiliki kamera 360 derajat, sistem radar untuk navigasi jarak jauh, serta sensor radio elektronik untuk menangkap komunikasi guna pengumpulan intelijen.

"Pesawat Corsair ini sudah ada selama beberapa tahun sekarang. Angkatan Laut AS memiliki sekitar 50 unit," kata Dr. Stacie Pettyjohn, pakar militer AS di lembaga think tank Center for a New American Security.

Corsair biasa digunakan untuk mendeteksi ranjau atau melakukan pengawasan. Drone tersebut saat ini dioperasikan oleh Satuan Tugas 59, unit pertama Angkatan Laut AS yang didedikasikan untuk sistem tanpa awak.

AS mulai mengerahkan unit ini di Timur Tengah pada Maret lalu.

Meski Corsair dapat dioperasikan secara otonom, para pakar mengatakan drone tersebut kemungkinan besar dioperasikan secara manual untuk keperluan penyelamatan.

"Dalam misi ini, kemungkinan besar pesawat dikendalikan dari jarak jauh oleh seseorang menggunakan joystick untuk memastikan mereka sampai ke lokasi kru yang tepat," kata Clark.

"Pesawat itu akan diarahkan ke posisi mereka yang diketahui dan mereka akan langsung naik ke atas kapal, seperti halnya naik perahu di laut," imbuhnya.

Menurut juru bicara Komando Pusat (CENTCOM) AS, Tim Hawkins, Corsair dipakai untuk misi penyelamatan karena faktor kedekatan dan kemampuannya.

"Drone tanpa awak itu akan digunakan sebagai pengganti pengiriman kapal atau helikopter di mana orang-orang bisa ditembak," kata Dr. Pettyjohn.

"Meskipun penyelamatan bukanlah misi utama kapal ini, jelas kapal ini cocok untuk misi kotor dan berbahaya seperti ini," ucapnya.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK