Iran Cap AS Bak Geng Mafia: Amerika Harus Belajar Bertanggung Jawab
Iran menegaskan saat ini tidak sedang ingin berunding dengan Amerika Serikat menyusul peperangan antara kedua negara yang kembali pecah dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat gencatan senjata.
Teheran menegaskan setiap pembicaraan di masa depan akan bergantung pada perubahan sikap Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers Senin (27/7), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membantah laporan yang menyebut Teheran telah meminta AS berunding lagi.
"Saat ini kami tidak sedang melakukan perundingan apa pun dengan pihak Amerika," kata Baqaei dalam jumpa pers tersebut.
"Itu tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kami. Klaim bahwa Iran telah meminta perundingan hanyalah laporan semata," kata Baqaei menambahkan sebagaimana dikutip kantor berita semi-resmi Mehr.
Meski begitu, Baqaei mengakui pihak-pihak mediator kemungkinan sedang menyampaikan pesan antara kedua negara.
Ia juga mengatakan Iran secara konsisten memandang diplomasi sebagai sarana untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
"Kami tidak pernah ragu menggunakan instrumen diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional kami. Kami memandang diplomasi sebagai cara untuk menjaga kepentingan nasional Iran," ujarnya seperti dikutip Anadolu Agency.
Ketika ditanya mengenai syarat Iran untuk memulai perundingan, Baqaei mengatakan Amerika Serikat "terlebih dahulu harus menunjukkan perilaku yang lebih bertanggung jawab."
"Amerika Serikat harus belajar bagaimana bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab," katanya.
Baqaei menuduh Washington telah bertindak "seperti kelompok mafia" selama satu hingga dua tahun terakhir dengan mengabaikan hukum internasional.
"Selama perilaku seperti ini masih berlanjut, kami tidak dapat berharap terciptanya suasana publik yang kondusif," tambahnya.
Pada Minggu, juru bicara militer Iran, Amir Mohammad Akraminia, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menghentikan serangannya selama dua hari terakhir dan bahwa "operasi balasan" Iran juga telah dihentikan.
Menurut laporan Axios pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan militer Amerika untuk tidak melancarkan serangan baru terhadap Iran, yang menghentikan hampir dua pekan serangan harian ke negara tersebut selama beberapa pekan terakhir.
(bac/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

