Nama Trump Mulai Dicopot dari Kennedy Center
Nama Presiden AS, Donald Trump, resmi mulai dicopot dari gedung pertunjukan bersejarah, The John F Kennedy Memorial Center for The Performing Arts alias Kennedy Center, pada Sabtu (13/6) waktu Washington DC.
Nama Trump dicopot dari Kennedy Center setelah Hakim Federal Christopher Cooper dalam putusannya pada bulan lalu memerintahkan nama Trump dicopot dari gedung seni legendaris tersebut paling lambat pada 12 Juni.
Jelang batas penurunan nama, gedung yang sempat berganti nama menjadi The Donald J. Trump and John F Kennedy Memorial Center for The Performing Arts itu sudah ditutup kain putih.
Selain itu, kerumunan anti-Trump berjaga-jaga pada Jumat (12/6) hingga badai petir larut malam memaksa para pekerja konstruksi untuk menghentikan pekerjaan mereka.
Dalam pengajuan hukum pada Sabtu (13/6), Direktur Eksekutif Kennedy Center, Matt Floca, mengatakan mereka telah "mencopot semua papan nama fisik di gedung dan halaman Kennedy Center" yang berisi nama Trump.
Penurunan ini terjadi sehari sebelum Trump berulang tahun ke-80 pada Minggu (14/6). Namun bagi warga lokal, penurunan nama Trump ini sebagai "kemenangan besar"
"Saya patah hati ketika melihat semua yang terjadi, dengan namanya dipasang di sana," kata Elise Serbaroli, 42 tahun, salah satu dari puluhan orang yang datang untuk menyaksikan penghapusan tersebut. "Penghapusan ini kemenangan besar."
"Beberapa orang mungkin berpikir ini adalah hal sepele... semacam papan nama," kata warga lainnya, Dawn Martin, 65 tahun.
"Tetapi kenyataannya, kita tidak dapat menghilangkan kehormatan yang diberikan Kongres kepada gedung indah ini untuk John F. Kennedy, seorang presiden yang pantas mendapatkan kehormatan ini dan namanya harus dilindungi," lanjutnya.
AFP melaporkan, di luar kerumunan yang berkumpul pada Jumat malam, sesekali bersorak saat para pekerja memasang perancah, puluhan ribu orang memantau dari jauh melalui siaran langsung.
Menurut Cooper dalam putusannya bulan lalu, kompleks yang biasanya menjadi tempat pertunjukan orkestra, teater, dan tari tersebut telah diubah namanya secara ilegal dengan nama Trump, dan hanya Kongres yang berhak mengubah namanya.
Trump yang marah bereaksi dengan mengatakan bahwa ia akan melepaskan kendali atas tempat tersebut.
Cooper menolak banding dari Kennedy Center pada Jumat (12/6) yang menyatakan bahwa pusat tersebut akan menderita "kerugian yang tidak dapat diperbaiki" jika nama Trump dihapus.
Saat para pekerja konstruksi membangun perancah untuk mencapai nama Trump di sisi gedung, pengadilan yang lebih tinggi menolak banding atas putusan Cooper dan memungkinkan penghapusan nama tersebut dilanjutkan.
Pada 12 Juni 2026 mala, Kennedy Center meminta perpanjangan waktu 12 jam, dengan Floca mengatakan pekerjaan tertunda karena "badai petir yang menimbulkan kekhawatiran keselamatan bagi para pekerja."
Cooper juga telah mengeluarkan blok sementara atas tuntutan Trump untuk menutup Kennedy Center selama dua tahun untuk renovasi, yang dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.
(afp/end)