Trump Sebut Netanyahu Nyaris Gagalkan Deal AS dan Iran

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 17:35 WIB
Trump sebut Netanyahu nyaris gagalkan kesepakatan AS dan Iran, tetap ingin lanjut perang. Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan AS dan Iran nyaris gagal karena ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6), Trump mengatakan Netanyahu tak setuju dengan kesepakatan AS-Iran karena ngotot ingin melanjutkan perang.

Serangan-serangan Israel di Lebanon disebut nyaris menggagalkan perundingan damai.

"Dia orang yang sangat sulit," kata Trump mengenai Netanyahu.

"Sejujurnya, dia harusnya sangat berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini (menghentikan pertempuran). Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam," tambah Trump.

Trump berkata demikian di hari yang sama ketika ia mengumumkan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Trump mengabarkan penandatanganan kesepakatan secara resmi akan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.

Menurut Trump, kesepakatan yang diteken pada Jumat akan mencakup kepastian bahwa Selat Hormuz "bebas bea masuk selamanya". Sejauh ini, belum ada rincian resmi mengenai poin-poin kesepakatan AS-Iran.

Kantor berita Iran Mehr sempat melaporkan bahwa nota kesepahaman Iran dan AS mencakup komitmen menghentikan pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon. Kesepakatan juga disebut meliputi perjanjian untuk mencabut blokade angkatan laut AS di Iran serta pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan.

Dalam interviu dengan The New York Times, Trump menekankan bahwa Iran tidak akan menerima pencairan aset keuangan sampai Teheran memenuhi komitmennya. Komitmen ini termasuk menurunkan kadar uranium yang diperkaya.

Menurut Trump, AS tidak akan memaksa Iran menyerahkan material uraniumnya. Sebaliknya, AS, seiring waktu, akan bergabung dengan Iran dalam "menurunkan kualitas" material nuklir tersebut.

Trump sejauh ini tidak menyebutkan tenggat waktu. Ia hanya menjelaskan keputusan tersebut diambil karena AS sudah melumpuhkan Iran.

"Mereka (Iran) tidak menginginkan serangan ketiga. Mereka peduli dengan kehidupan," kata Trump.

"Intinya adalah serangan-serangan yang telah kami lakukan itu berdampak besar pada tercapainya kesepakatan ini, dampak yang sangat besar," ucapnya.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK