Kata-kata Netanyahu soal Deal AS-Iran: Trump & Saya Tak Selalu Sejalan

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 14:45 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran untuk sepakat mengakhiri perang. (Foto: AFP/MARC ISRAEL SELLEM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara soal nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Amerika Serikat dan Iran untuk sepakat mengakhiri perang.

Beberapa jam setelah MoU itu disepakati AS-Iran, Netanyahu angkat bicara dan mengakui bahwa dirinya dan Presiden AS Donald Trump "tidak selalu sejalan" dalam memandang berbagai isu.

Dalam konferensi pers pada Senin (15/6) malam, Netanyahu mengatakan perbedaan pandangan tersebut merupakan hal yang wajar.

"Presiden Trump dan saya tidak selalu sejalan. Hal seperti itu terjadi bahkan dalam keluarga terbaik," kata Netanyahu seperti dikutip CNN.

"Dia adalah Presiden Amerika Serikat, sementara saya adalah Perdana Menteri Israel. Saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel, dan tanggung jawab itu harus dijalankan dengan bijaksana," lanjutnya.

Dalam pernyataan pembukaannya, Netanyahu terlihat berupaya menghindari pembahasan langsung mengenai kesepakatan AS-Iran tersebut. Ia lebih banyak menyoroti apa yang disebutnya sebagai keberhasilan besar operasi militer Israel terhadap Iran dan berbagai kawasan lain di Timur Tengah.

"Dengan atau tanpa kesepakatan, Iran tidak akan memiliki senjata nuklir - tidak hari ini maupun besok. Selama saya masih menjadi perdana menteri Israel, hal itu tidak akan terjadi," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa konfrontasi dengan Iran belum berakhir.

"Perjuangan ini belum selesai. Kami harus tetap waspada, kuat, dan bertekad untuk mempertahankan diri kapan pun diperlukan," ujar Netanyahu.

Netanyahu juga menegaskan Israel tidak berencana menarik pasukannya dari Lebanon selatan, Gaza, maupun Suriah.

"Kami akan tetap berada di zona-zona keamanan selama diperlukan untuk melindungi negara kami," katanya.

Saat menjawab pertanyaan wartawan, Netanyahu mengakui masih terdapat ketidakpastian mengenai isi kesepakatan antara Washington dan Teheran.

"Kami masih belum mengetahui secara pasti seperti apa bentuk kesepakatan itu nantinya," ujarnya.

Ketika ditanya apakah kesepakatan tersebut tercapai bertentangan dengan posisinya, Netanyahu menyoroti hubungan panjang yang telah ia bangun dengan Trump selama bertahun-tahun.

"Bertindak secara bijaksana membutuhkan banyak pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai dinamika politik Amerika Serikat. Saya percaya bahwa saya menangani hal ini dengan cara yang terbaik," kata Netanyahu.

(rds/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK