India Blokir Akses Telegram Usai Kebocoran Soal Ujian Masuk Kuliah

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 05:04 WIB
India memblokir akses ke Telegram sampai ujian ulang NEET digelar 22 Juni 2026.
India memblokir akses ke Telegram sampai ujian ulang NEET digelar 22 Juni 2026. (AFP/HIMANSHU SHARMA)
Jakarta, CNN Indonesia --

India memblokir akses ke aplikasi pesan Telegram pada Selasa (16/6) menjelang ujian ulang masuk perguruan tinggi kedokteran nasional menyusul skandal bulan lalu terkait kebocoran soal ujian.

Kegagalan ujian yang sangat kompetitif ini, bersamaan kekacauan penilaian terpisah dalam ujian sekolah menengah, memicu kemarahan dan protes kaum muda yang menuntut pengunduran diri menteri pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Elektronik mengeluarkan perintah yang membatasi akses ke Telegram hingga hari ujian ulang pada 22 Juni. Fitur edit pesan, yang memungkinkan pengguna mengubah postingan yang ada, akan tetap dibatasi hingga 30 Juni.

"Kedua langkah tersebut telah diambil demi kepentingan ketertiban umum, sebagai tanggapan terhadap penggunaan platform secara terorganisir oleh kelompok-kelompok curang untuk menipu para kandidat," kata Badan Pengujian Nasional India (NTA) dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

Ujian Masuk Kualifikasi Nasional (NEET) adalah salah satu ujian paling kompetitif di India, yang menarik lebih dari dua juta calon dokter.

Ujian NEET dibatalkan pada Mei menyusul tuduhan soal ujian telah bocor sebelumnya, termasuk laporan bahwa soal tersebut telah diedarkan melalui Telegram.

Tekanan yang sangat besar untuk berhasil dalam ujian ini telah memicu industri yang menguntungkan, dengan puluhan ribu pusat bimbingan belajar di seluruh negeri.

Persaingan yang ketat berarti bahwa keberhasilan seringkali datang dengan biaya pribadi dan finansial yang signifikan, menciptakan peluang bagi jaringan kriminal yang menjual bocoran soal ujian kepada penawar tertinggi.

Biro Investigasi Pusat India telah menangkap "dalang" yang diduga di balik kebocoran tersebut, dan menyebutnya sebagai dosen kimia yang terlibat dalam proses ujian untuk NTA.

Kementerian pendidikan meluncurkan situs web khusus tempat melaporkan klaim mencurigakan, konten tidak sah, atau aktivitas penipuan terkait NEET.

Meski pertumbuhan ekonomi pesat, jutaan orang di India masih berjuang menemukan pekerjaan yang stabil dan bergaji tinggi, yang memicu ketidakpuasan.

Para siswa menghabiskan bertahun-tahun mempersiapkan ujian dengan harapan mendapatkan karier profesional, dengan tekanan yang semakin meningkat karena peluang terbatas dan persaingan ketat.

Skandal NEET terjadi di tengah kontroversi lain, terkait sistem penilaian daring yang digunakan untuk ujian yang diikuti hampir dua juta siswa sekolah menengah.

Banyak siswa mengatakan sistem tersebut memberikan nilai yang salah atau mengeluarkan hasil kepada kandidat yang salah.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]