Seniman Rusia Kritikus Putin Ditembak Mati di Polandia

CNN Indonesia
Rabu, 17 Jun 2026 05:45 WIB
Seniman Rusia Semyon Skrepetsky ditembak mati di Polandia timur, kepolisian menangkap dua warga Belarus dan pelaku utama masih dicari polisi.
Seniman Rusia Semyon Skrepetsky ditembak mati di Polandia timur, kepolisian menangkap dua warga Belarus dan pelaku utama masih dicari polisi. (AFP/PIOTR PYRKOSZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seniman Rusia Semyon Skrepetsky, yang dikenal karena karikaturnya menyindir Presiden Vladimir Putin, ditembak mati di Biala Podlaska, Polandia timur, pada Senin pagi.

Menurut pejabat Polandia, Skrepetsky, nama aslinya Robert Kuzovkov, ditembak tiga kali oleh penembak tak dikenal bersenjata pistol. Ketika korban jatuh ke tanah, pelaku mendekati dan menembakkan dua tembakan lagi dari jarak dekat.

"Penyelidikan sedang dilakukan terkait pembunuhan warga negara Rusia berusia 44 tahun yang dikenal di media sebagai Semyon Skrepetsky," kata juru bicara kejaksaan Lublin, Marcin Kozak, kepada wartawan, Selasa (16/6), dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua warga negara Belarus ditangkap di sekitar konsulat Belarus di Biala Podlaska sehubungan dengan pembunuhan ini. Namun polisi menyatakan perburuan pelaku utama masih berlanjut.

"Kami masih mencari pria yang melakukan kejahatan ini," ujar juru bicara kepolisian Lublin, Wakil Inspektur Andrzej Fijolek. Ia menambahkan tim investigasi khusus telah dibentuk.

Juru bicara pemerintah Polandia Adam Szlapka menyebut kasus ini "jelas serius."

Ia mengungkapkan bahwa Polandia sebelumnya telah menawarkan perlindungan kepada korban, namun tawaran itu ditolak. Keluarga Skrepetsky telah dipindahkan ke lokasi aman setelah pembunuhan.

Kozak menambahkan belum ada tuntutan yang diajukan terhadap kedua warga Belarus yang ditangkap. Keduanya masih berada dalam pengawasan kejaksaan dan kepolisian.

Siapa Semyon Skrepetsky?

Skrepetsky dikenal karena karikaturnya yang kerap provokatif, menargetkan sejumlah tokoh politik Rusia terkemuka, mulai dari Putin dan pemimpin Soviet Joseph Stalin, hingga tokoh oposisi Alexei Navalny dan penguasa Chechnya Ramzan Kadyrov.

Salah satu karyanya yang paling dikenal menginterpretasikan ulang ikon Ortodoks klasik, menggambarkan Stalin menggendong Putin menggantikan Bunda Maria yang menggendong bayi Yesus.

Skrepetsky pindah ke Polandia pada 2021 karena khawatir menghadapi persekusi politik di Rusia. Dalam pengasingan, ia mempertahankan sikap kontrariannya, menghadiri acara oposisi Rusia sambil secara terbuka mengkritik oposisi itu sendiri.

Polandia khawatir eskalasi Rusia

Kepala Biro Keamanan Nasional Polandia, BBN, Bartosz Grodecki, menilai kasus ini berpotensi menjadi tanda eskalasi baru aksi Rusia di luar negeri.

"Jika sifat politis dari kejahatan ini dikonfirmasi, kita akan dihadapkan pada manifestasi baru dari eskalasi tindakan yang dilakukan Rusia di luar perbatasannya," tulis Grodecki di X.

"Polandia tidak bisa menjadi ruang bagi tindakan semacam itu," lanjutnya.

Kasus ini juga berisiko memperburuk ketegangan antara Polandia dan Rusia, yang sebelumnya sudah meningkat akibat jatuhnya drone di wilayah Polandia musim gugur lalu, yang oleh Warsawa dikaitkan dengan Moskow.

Pembunuhan Skrepetsky menambah daftar panjang serangan terhadap warga yang menentang otoritas Rusia di luar negeri.

Di Inggris, mantan agen FSB Alexander Litvinenko meninggal akibat keracunan polonium pada 2006. Mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia selamat dari serangan Novichok pada 2018.

Di Jerman, Zelimkhan Khangoshvili, veteran separatis perang Chechnya, ditembak oleh warga negara Rusia pada 2019 dan memicu krisis diplomatik antara Berlin dan Moskow.

Pada 2024, Lithuania menyatakan serangan palu terhadap Leonid Volkov, mantan tangan kanan Navalny, di Vilnius "kemungkinan besar" diorganisir oleh Rusia.

Moskow selalu membantah keterlibatan dalam berbagai serangan ini.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]