Menteri Israel Batal Jalan-jalan ke AS gegara Dipersulit Dapat Visa
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, membatalkan rencana perjalanan keluarga ke Amerika Serikat karena dilaporkan kesulitan mendapat visa.
Media lokal Israel, Israel Haaretz, melaporkan Kedutaan Besar AS memberitahu Ben Gvir bahwa dia perlu hadir secara langsung untuk memberikan sidik jari biometrik sebagai bagian dari proses visa.
Namun, media Israel menafsirkan persyaratan itu sebagai tanda keengganan AS memberi visa ke Ben Gvir, demikian dikutip Middle East Monitor, Selasa (16/6).
Ben Gvir jadi salah satu politikus Israel yang dilarang masuk ke sejumlah negara termasuk Spanyol.
Pemerintah negara lain mengambil langkah itu lantaran tindakan provokatifnya yang berulang terutama perlakuan dia ke relawan Global Sumud Flotiflla yang ditangkap Israel pada awal Juni lalu.
Saat itu, dia mengunggah video dengan mengejek aktivis pro-Palestina di Pelabuhan Ashdod.
"Selamat datang di Israel," tulis Ben Gvir di X.
Dalam video tersebut, tangan relawan GSF diikat ke belakang dengan tali dan dipaksa sujud.
Ben Gvir tampak riang di tengah penyiksaan yang dilakukan pasukan Israel. Di salah satu momen bahkan ada relawan yang ditampar saat menteri itu melintas.
Namun, Ben Gvir tak melakukan apapun dan hanya berjalan melewati relawan tersebut.
Ben Gvir juga dikenal sebagai biang kerok perseteruan di Masjid Al Aqsa. Dalam beberapa kesempatan, dia sengaja melintasi situs suci tersebut.
Berdasarkan perjanjian internasional, hanya umat Muslim yang diizinkan berdoa dan beribadah di Masjid Al Aqsa.
Pemeluk agama lain termasuk umat Yahudi dan Kristen, hanya diizinkan berkunjung sebagai turis di waktu tertentu. Mereka dilarang ketat melakukan ritual keagamaan atau berdoa di sana.
Umat Yahudi punya tempat ibadah khusus di Tembok Ratapan yang berada di luar kompleks Al Aqsa.
(rds)