AS Tegur Netanyahu Kritik Deal Iran: Kami Satu-satunya Sekutu Anda!
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melontarkan teguran terbuka yang tidak biasa kepada para pengkritik kesepakatan Iran di Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
JD Vance memperingatkan Israel agar tidak menjauhkan diri dari "satu-satunya sekutu kuat" yang masih dimiliki negara Zionis itu di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Vance di tengah meningkatnya ketegangan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.
Vance meminta anggota kabinet Netanyahu untuk "bangun dan menghadapi kenyataan".
"Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang saat ini bersimpati kepada Negara Israel, dan kebetulan ia juga merupakan pemimpin negara adidaya dunia," kata Vance kepada wartawan dalam pengarahan di Gedung Putih.
"Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang masih saya miliki di seluruh dunia," lanjutnya seperti dikutip AFP.
Vance memuji Netanyahu karena tidak secara langsung mengkritik kesepakatan tersebut. Namun, ia secara tegas menyinggung besarnya bantuan militer yang selama ini diberikan Amerika Serikat kepada Israel, sekutu utama Washington di Timur Tengah.
AS dan Israel bersama-sama melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Namun belakangan Trump mengecam Israel karena terus melakukan serangan di Lebanon yang dinilai berpotensi menggagalkan kesepakatan dengan Teheran.
"Dalam tiga bulan terakhir, dua pertiga sistem pertahanan yang melindungi tanah air Anda dibuat oleh tangan-tangan Amerika dan dibiayai oleh uang pajak rakyat Amerika," kata Vance.
"Masalah terbesar Israel bukanlah Donald J. Trump. Dan siapa pun di Israel yang berpikir bahwa masalah terbesar mereka adalah Presiden Amerika Serikat perlu bangun dan menghadapi realitas yang ada."
Dalam wawancara dengan The New York Times yang dipublikasikan Kamis, Vance secara langsung menyebut Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich sebagai tokoh yang menyerang kesepakatan tersebut.
"Saya kira respons saya kepada mereka adalah: apa sebenarnya usulan Anda?" kata Vance kepada surat kabar itu.
"Anda adalah negara dengan populasi sembilan juta jiwa. Anda tidak bisa terus membunuh untuk menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional yang Anda hadapi."
Trump sendiri dalam beberapa waktu terakhir semakin vokal mengkritik tingginya jumlah korban jiwa akibat serangan Israel, terutama terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
"Ketika dua drone ditembakkan ke gurun dan jatuh tanpa menimbulkan kerusakan, Anda tidak perlu merobohkan gedung-gedung di Beirut. Mereka bisa bertindak lebih baik, dan terus terang mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik," kata Trump dalam konferensi pers di sela KTT G7 di Prancis pada Rabu.
Pada Kamis, Trump kembali mendesak Israel dan negara-negara lain di Timur Tengah untuk mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati.
"Kami mengharapkan gencatan senjata penuh di semua front, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
