Trump ke Iran: Tutup Hormuz, Kalian Tak Akan Punya Negara Lagi!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memusnahkan negara Iran jika Teheran nekat menutup kembali Selat Hormuz.
Dalam pernyataan kepada Fox News pada Minggu (21/6), Trump memperingatkan Iran untuk tidak menutup Selat Hormuz jika tak mau musibah datang.
Peringatan itu disampaikan sehari setelah Iran mengumumkan menutup kembali jalur perdagangan vital tersebut karena Israel masih menyerang Lebanon.
"Jika kalian menutupnya, kalian tidak akan punya negara. Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian yang terkutuk itu," kata Trump.
Pada Sabtu (20/6), militer Iran mengumumkan bahwa pihaknya menutup kembali Selat Hormuz buntut serangan Israel terhadap Lebanon. Serangan tersebut dinilai tak sesuai kesepakatan yang mengharuskan pertempuran di seluruh front dihentikan.
AS dan Iran pada Rabu (17/6) meneken nota kesepahaman yang menjadi kerangka kerja perjanjian damai kedua negara. Dalam poin pertama MoU, disebutkan bahwa AS dan Iran beserta sekutu harus menghentikan perang di semua front dan berjanji tidak akan memulai serangan apa pun terhadap satu sama lain.
MoU ini masih harus melalui perundingan teknis yang mesti disepakati dalam 60 hari setelah penandatanganan.
Dalam kesempatan yang sama, Trump memperingatkan bahwa Iran harus membuat kesepakatan selama periode tersebut jika tak ingin AS bersikap tegas.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya tol (di Selat Hormuz)," kata Trump.
Trump melanjutkan AS juga boleh mengambil 20 persen minyak di Selat Hormuz karena AS menjadi "Malaikat Pelindung" di jalur tersebut.
Apabila Iran pada akhirnya tidak meneken kesepakatan akhir, Trump memperkuat ancamannya bahwa ia tak akan segan untuk mengambil alih seluruh selat.
"Kami mungkin akan menguasai selat tersebut, jika perlu," ucapnya.
Saat ditanya Fox News mengenai pernyataan Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Iran berhak memperkaya uranium, Trump mengingatkan sang Presiden untuk menjaga ucapan.
"Dia sebaiknya menjaga ucapannya. Sebaiknya dia memperbaiki sikap atau kami akan menguasai seluruh negeri," tukas Trump.
(blq/dna)