Profil Keir Starmer, PM Inggris Ketujuh yang Mundur dalam 10 Tahun

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 20:20 WIB
British Prime Minister Keir Starmer looks on, as he announces the timeline for his resignation, outside 10 Downing Street, in London, Britain, June 22, 2026. REUTERS/Toby Shepheard
Keir Starmer menjadi sorotan usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PM Inggris pada Senin (22/6). (Foto: REUTERS/Toby Shepheard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keir Starmer menjadi sorotan usai mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (22/6) setelah menghadapi tekanan politik dalam beberapa waktu terakhir.

Starmer menjadi PM Inggris ketujuh yang mengundurkan diri dalam satu dekade terakhir imbas tekanan politik yang rawan goyah dalam tubuh parlemen Inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum dia, Borris Johnson mengundurkan diri pada September 2022, tak lama kemudian Elizabeth Truzz mundur pada Oktober di tahun yang sama. Setelah itu, Rishi Sunak mundur pada 2024, imbas Partai Konservatif kalah dalam pemilihan umum.

Selama memimpin, Starmer cukup banyak menerapkan kebijakan yang tidak populer hingga menulai kritik mulai dari ekonomi yang masih melambat hingga salah satu diplomat Inggris yang ia tunjuk tersandung dalam dokumen Jeffrey Eipstein.

Siapa Keir Starmer?

Starmer naik ke kursi perdana menteri pada 2024 usai Partai Buruh berhasil mengamankan kemenangan 404 dari 660 kursi di parlemen.

Selama memimpin Inggris, Starmer menghadapi berbagai kritik karena kebijakan yang dikeluarkan. Beberapa anggota bahkan menganggap dia membelokkan organisasi yang berhaluan kiri ke arah tengah atau sentris.

Salah satunya adalah saat Starmer memecat anggota yang menyampaikan pandangannya soal penyelidikan antisemitisme di partai. Menurut anggota tersebut investigasi ini berlebihan.

Dia juga membuat banyak orang kesal karena berusaha menaikkan pajak penghasilan, menghapus biaya kuliah universitas, dan menasionalisasi sebagian besar layanan publik Inggris.

Asal usul Starmer

Starmer lahir pada 2 September 1962 dan tumbuh di kota kecil Surrey, Inggris. Ibu dia bekerja di Lembaga Kesehatan publik pemerintah, National Health Service (NHS).

Namun, ibu Starmer menderita penyakit sejenis radang sendi atau dikenal Still dan meninggal pada 2015.

Setelah kematian ibunya, Starmer tak terlihat memiliki hubungan baik dengan sang ayah. Tiga tahun kemudian, ayahnya meninggal.

Starmer menyesali ketegangan yang menguar di antara dia dan ayahnya.

"[saya tidak pernah mengatakan ke dia] aku menyayangimu dan aku menghormatimu. Itu satu hal yang saya sesali," kata dia dikutip CBS.

Di kalangan keluarganya, Starmer adalah anggota keluarga pertama yang mengenyam pendidikan di universitas. Setelah itu Starmer membantu mengelola majalah sayap kiri bernama Socialist Alternatives.

Starmer kemudian menjadi pengacara, lalu naik pangkat hingga menjadi kepala penuntutan umum pada 2008, dan menjalankan Crown Prosecution Service milik pemerintah Inggris. Ia lantas menerima gelar bangsawan pada 2014, setahun sebelum terjun ke dunia politik.

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]