Sindiran Trump usai PM Inggris Keir Starmer Resign

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 10:55 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan sindiran usai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resign dari jabatannya pada Senin (22/6). (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan sindiran usai Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resign dari jabatannya pada Senin (22/6).

Trump secara blak-blakan menyatakan bahwa Starmer telah "sangat merugikan dirinya sendiri" terkait energi, imigrasi, dan kebijakannya terhadap hubungan dengan London-Washington.

"Saya pikir dia adalah pria yang baik," kata Trump dalam sebuah acara di Ruang Oval, dikutip dari Channel News Asia.

Trump kemudian menilai Starmer salah mengelola kebijakan energi Inggris dengan gagal memanfaatkan minyak Laut Utara dan membiarkan "kincir angin di mana-mana".

"Inggris membeli sebagian besar energinya. Tahukah Anda dari mana? Norwegia. Tahukah Anda dari mana mereka mendapatkan minyak mereka? Laut Utara," kata Trump.

"Inggris memiliki bagian Laut Utara yang jauh lebih baik. Mereka tidak ingin melakukannya untuk tujuan lingkungan," ia menambahkan.

Trump sebelumnya yakin Starmer akan mengundurkan diri dalam sebuah unggahan di Truth Social. Ia mengatakan bahwa pemimpin Inggris itu "mungkin teman saya" tetapi tidak cukup mendukung Amerika Serikat dalam hal NATO dan perang Iran.

Trump dan Starmer sempat berselisih mengenai penggunaan pangkalan militer Inggris di Siprus untuk kepentingan militer AS dalam melancarkan serangan di Iran. Pemimpin Partai Republik itu menyatakan kekecewaannya karena Inggris terlalu lama menyetujui permintaan AS untuk menggunakan RAF Akrotiri di Siprus untuk mengebom target Iran.

"Dia mengatakan kita tidak bisa menggunakan pulau itu untuk mendarat. Itu adalah yang pertama," kata Trump.

Ia kemudian menuturkan bahwa Starmer akhirnya mengalah tetapi menurutnya itu "adalah langkah yang buruk" yang "sangat menyakitinya".

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Tetapi dia memiliki dua masalah: energi dan imigrasi, serta kejahatan. Tetapi energi dan imigrasi. Dia benar-benar sangat, sangat merugikan dirinya sendiri," Trump melanjutkan pernyataannya tentang Starmer.

Starmer menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (22/6).

Dalam pidatonya di depan Downing Street 10th pada Senin pagi waktu London, Starmer mengatakan ia juga telah menyampaikan keputusannya untuk mengundurkan diri kepada Raja Charles III.

"Setiap keputusan yang saya ambil selalu didasarkan pada kepentingan negara yang saya cintai. Karena itulah saya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Starmer dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh BBC.

Starmer mengatakan keputusan mundur ini ia ambil setelah mendengar masukan dari partainya terkait peluang di pemilihan umum berikutnya.

"Partai saya kini mempertanyakan apakah saya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin kami menghadapi pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari rekan-rekan saya di Partai Buruh mengenai pertanyaan tersebut, dan saya menerima keputusan itu dengan lapang dada," ujar Starmer.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK