Apa Saja Keuntungan yang Didapat AS-Iran dari Kesepakatan?
Amerika Serikat dan Iran menggelar negosiasi teknis akhir pekan lalu di Swiss, sebagai bagian tindak lanjut usai kedua negara sepakat meneken Nota Kesepahaman (MoU).
MoU itu menyepakati penghentian pertempuran di seluruh front termasuk Lebanon, pembahasan masa depan nuklir Iran, hingga waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.
Dalam pertemuan yang digelar di Resor Burgenstock, delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran dipimpin ketua parlemen sekaligus eks komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammed Bagher Ghalibaf.
Lalu, apa saja keuntungan yang didapat AS-Iran dari hasil negosiasi tersebut?
Amerika Serikat
AS Klaim tujuan tercapai
Wapres Vance mengatakan AS mencapai target yang diinginkan.
"Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan," kata dia. Vance lalu menjabarkan empat target yang dikejar AS.
Pertama, AS ingin membangun mekanisme untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka dan membentuk mekanisme koordinasi untuk operasi pembersihan ranjau.
Kedua, Vance mengatakan negosiator membangun mekanisme serupa berupa unit atau de-conflication sel untuk gencatan senjata regional termasuk Lebanon.
Ketiga, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) diizinkan masuk ke Iran dan keempat menetapkan pembicaraan terus berlanjut.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei membantah pemerintah mengizinkan inspeksi IAEA meninjau fasilitas nuklir Iran. Baghaei juga mengatakan Iran belum mengadakan pertemuan apa pun dengan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.
"Tak ada program inspeksi fasilitas nuklir yang rusak imbas agresi AS dan Israel," kata dia, dikutip Tasnim News Agency.
Iran
Bentuk kelompok kerja
Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, mengutip media pemerintah Iran IRNA, membeberkan kedua negara sepakat membentuk sejumlah kelompok kerja.
"Para negosiator memutuskan kelompok kerja akan dibentuk: Pencabutan Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata Gharibabadi pada Senin (22/6).
Dia juga mengatakan Iran-AS menyepakati peta jalan menuju tercapainya kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari dan memutuskan mengadakan negosiasi teknis di Bürgenstock selama sisa minggu ini.
"Negosiasi teknis telah diadakan untuk menyelesaikan mekanisme implementasi MoU dan pernyataan bersama yang dikeluarkan di akhir pertemuan tingkat tinggi, dan pemahaman yang diperlukan sudah tercapai," kata Gharibabadi.
Iran diizinkan ekspor minyak mentah
Gharibabadi mengatakan pembicaraan itu juga membahas penerbitan lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak mentah Iran, produk petrokimia, produk minyak bumi olahan, dan semua layanan terkait, serta implementasi perjanjian tentang pelepasan aset Iran yang dibekukan.
AS cairkan aset hingga Rp214 triliun
Selain itu, Iran juga akan mendapat kembali dana yang dibekukan AS hingga S$12 miliar atau sekitar Rp214 triliun.
Ketua parlemen sekaligus ketua delegasi Iran Mohammed Bagher Ghalibaf mengatakan pencairan itu akan dilakukan dua kali dengan masing-masing US$6 miliar atau sekitar Rp107 triliun.
"Kita semua telah tahu alasan sebenarnya di balik perang ini adalah untuk memusnahkan peradaban Iran, dan tujuan ini sudah bergeser menjadi mendatangkan pendapatan besar bagi petani AS dengan aset yang dibekukan," kata Ghalibaf, dikutip The Nation, Selasa (23/6).
"Secara keseluruhan, kami tidak menghadapi batasan apa pun tentang bagaimana menyalurkan dana ini. Aset kami akan digunakan dengan kebebasan mutlak," imbuh dia.
Penghentian sementara pertempuran di Lebanon
Di kesempatan terpisah, Ghalibaf juga mengatakan negosiasi di Swiss bisa mengurangi jumlah korban tewas di Lebanon akibat serangan brutal Israel.
Penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan tuntutan kuat Iran ke AS sejak awal negosiasi.
"Kepada orang-orang terkasih itu, saya katakan bahwa jika kita tidak pergi ke Swiss, setiap saat akan semakin banyak darah Muslim dan Syiah Lebanon yang tertumpah," kata dia.
(isa/dna)