Iran dan Oman Berembuk Bahas Tarif Kapal di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 24 Jun 2026 14:00 WIB
Iran dan Oman disebut sedang membahas biaya yang akan dikenakan di Selat Hormuz. Foto: AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dan Oman disebut akan membahas biaya yang dikenakan untuk layanan yang diberikan dalam pengelolaan di Selat Hormuz.

Iran berulang kali menegaskan akan mengenakan biaya layanan maritim untuk melintasi selat tersebut, sebagai pengganti "biaya tol".

Dalam pernyataan bersama pada Selasa (23/6), Iran dan Oman kembali menekankan hak kedaulatan atas perairan teritorial mereka.

Namun Menteri Luar Negeri Oman dalam unggahan di X menyatakan kedua belah pihak berkomitmen untuk "lintasan aman tanpa tol".

"Mereka sepakat untuk mempertahankan dialog mereka tentang masalah ini melalui kerja sama bersama antara kedua kementerian luar negeri," demikian pernyataan tersebut.

Kelompok kerja itu disebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan tentang pengelolaan navigasi di Selat Hormuz di masa depan, dan layanan yang akan diberikan, dan biaya yang terkait sesuai dengan standar internasional.

Pernyataan ini muncul menyusul pertemuan di Muscat antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq dan Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi.

Pekan lalu, Kemlu Iran menegaskan akan memberlakukan biaya layanan maritim untuk melintasi selat tersebut. Ghalibat mengatakan biaya itu akan berlaku setelah periode 60 hari negosiasi yang diatur dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani dengan AS.

Sebelum nota kesepahaman, Oman telah mendapat kecaman dari pejabat AS atas laporan bahwa mereka berencana untuk mengenakan biaya tol bersama dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa jika Oman mencoba mengendalikan jalur air tersebut bersama Iran, ia akan "meledakkan mereka".

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK