HARI ANTINARKOTIKA DUNIA

Kartel Narkoba Segitiga Emas, Tak Ada Matinya di Asia Tenggara

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 12:00 WIB
Kebun opium terbesar di Myanmar yang dikuasai junta militer. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan peredaran narkoba internasional kawasan Segitiga Emas atau "Golden Triangle" Thailand-Myanmar-Laos, awal Januari 2026 silam.

Dalam operasi itu ditemukan setidaknya 160 kilogram sabu. Sementara, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu MAZ, IB, dan A di wilayah Perlak, Aceh, 24 Januari tahun ini. Dalam penangkapan itu, petugas menemukan sekitar 100 kilogram sabu siap edar.

"Berdasarkan hasil penggeledahan terhadap kendaraan tersangka, petugas menemukan lima karung plastik warna kuning yang masing-masing berisi 20 bungkus berisikan narkotika Golongan I jenis sabu dengan berat bruto 100 kilogram," kata Plt Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan dalam jumpa pers pada 5 Februari.

Setelah dilakukan penelusuran, jaringan narkoba internasional ini menggunakan modus baru, yaitu dibungkus menyerupai kopi bermerek Guatemala Antigua.

Sindikat yang punya basis di Thailand Utara ini, tak pernah mati meski terus digempur aparat setempat. Pada 2023 silam, misalnya, konflik mematikan berkecamuk antara sindikat narkoba dan pasukan keamanan Thailand yang berupaya menghentikan masuknya narkotika dalam jumlah besar dari wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Emas.

Jumlah pengiriman narkoba sangat mencengangkan dan jumlah korban terus meningkat dalam pertempuran intensitas rendah melawan produsen dan pengedar narkoba yang semakin canggih.

Hal ini semakin diperparah oleh wilayah yang sangat termiliterisasi dan sebagian besar tanpa hukum tempat para produsen dan pengedar beroperasi di Segitiga Emas, yang terletak di titik pertemuan perbatasan hutan Thailand, Laos, dan Myanmar.

Penyitaan pil metamfetamin dari Segitiga Emas kini secara rutin dihitung dalam jutaan, sementara pengiriman metamfetamin kristal, heroin, dan ketamin diperkirakan mencapai ratusan kilogram. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat baku tembak yang melibatkan pasukan Thailand dan penyelundup lintas batas mencapai puluhan orang.

Seorang perwira dari unit elite anti-narkotika Pha Muang Task Force Thailand, yang berbasis di kota Chiang Mai, menggambarkan besarnya tantangan dalam mengamankan ratusan kilometer wilayah perbatasan dengan negara tetangga Myanmar, yang telah berada di bawah pemerintahan militer sejak 2021, dan Laos.

"Jika kita memperkuat pertahanan di Chiang Rai, mereka akan pindah ke Chiang Mai. Mereka memantau di mana kita mengerahkan pasukan dan mengubah rute mereka," kata petugas itu kepada Al Jazeera.

Dalam kurun waktu sembilan bulan hingga Juni tahun lalu, pasukan tersebut melancarkan lebih dari 260 operasi yang menghasilkan penyitaan 54 juta pil metamfetamin, 177 kg (390 pon) obat penenang ketamin, 120 kg (264 pon) sabu-sabu yang dikenal sebagai "ice", dan 12 kg (26 pon) heroin, menurut Lembaga Penyiaran Publik Thailand (Thai PBS). Operasi-operasi tersebut menyebabkan penangkapan 320 tersangka dan menewaskan 27 lainnya.

Penyitaan dan baku tembak yang terjadi sepanjang tahun ini yang melibatkan Satuan Tugas tampaknya menandakan bahwa tahun 2023 akan menjadi babak berdarah lainnya dalam pertempuran yang tidak diumumkan di perbatasan wilayah penghasil narkoba tersebut. Seorang sumber yang mengetahui unit tersebut menggambarkannya sebagai "ujung tombak" dalam operasi Thailand untuk membendung narkoba dari Segitiga Emas.

Pada Desember 2023, 15 orang tewas di antara sekitar 30 penyelundup yang membawa ransel berisi metamfetamin di distrik Fang, Chiang Mai. Satuan tugas tersebut menyita sebuah senjata api dan sebuah granat bersama dengan ransel-ransel berisi narkoba.

Besarnya jumlah barang bukti yang disita di Chiang Saen membuat Inshik Sim, seorang koordinator di Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) di Bangkok, mencuit bahwa "daerah tersebut mungkin merupakan pusat perdagangan metamfetamin terbesar di dunia".

Bersambung ke halaman berikutnya...

Tak Ada Matinya


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :