Fakta-fakta Terkini Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela
Gempa dahsyat mengguncang Venezuela pada Kamis (25/6). Gempa pertama dengan magnitudo 7,2 lalu muncul gempa susulan dengan magnitudo 7,5.
Gempa itu menyebabkan korban tewas hingga kerusakan infrastruktur sipil di sejumlah wilayah.
Tak cuma itu, gempa memperkeruh situasi di Venezuela usai Presiden Nicolas Maduro diculik Amerika Serikat pada Januari lalu dan sanksi Washington yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Berikut fakta-fakta terkini dua gempa dahsyat guncang Venezuela.
188 tewas-971 terluka
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan korban tewas imbas gempa mencapai 164 jiwa dan mereka yang terluka sebanyak 971.
Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah menyusul tim pencarian dan penyelamatan masih mencari korban di bawah reruntuhan.
Korban bisa capai 100 ribu orang
United States Geological Survey (USGS) menduga korban tewas akan mencapai ratusan ribu orang.
Ada peluang 44 persen jumlah korban tewas melampaui 10.000 orang dan peluang 30 persen angka kematian bisa melebihi 100.000 orang.
Listrik padam-warga tidur di jalan
Kota pesisir Catia la Mar di Venezuela mengalami pemadaman listrik dan banyak warga menghabiskan malam di jalanan atau mencari kerabat yang hilang.
"Saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," kata Larry Rojas, 49 tahun.
Rojas cuma bisa berdiri di depan bangunan runtuh, tempat anggota keluarganya terjebak.
Puluhan bangunan di Catia hancur, beberapa menunjukkan retakan besar dan dinding runtuh.
"Ada orang yang masih hidup di sana dan tidak ada yang datang untuk menyelamatkan mereka," kata perempuan yang meyakini anaknya terjebak di reruntuhan gedung 12 lantai.
AS hingga China siap kirim bantuan
Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, hingga China menyatakan siap mengirim bantuan untuk membantu Venezuela.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau mengatakan pemerintah sudah berkomunikasi dengan otoritas Venezeula untuk memobilisasi bantuan darurat terutama medis.
"Kami berkomunikasi dengan pihak berwenang dan sedang mengerahkan bantuan," tulis Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, melalui platform X.
AS juga sudah mengaktifkan tim bantuan bencana dan gugus tugas khusus untuk menyalurkan serta mengoordinasikan bantuan abgi warga Venezuela.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan pemerintah akan melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk membantu Venezuela.
Erdogan ikut berduka
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa untuk Venezuela.
Dia mengatakan Ankara berdiri di samping warga Venezuela yang mengalami masa dan hari-hari sulit.
"Saya dengan tulus turut berduka cita atas kehilangan yang dialami oleh mereka yang meninggal dunia dalam dua gempa bumi yang melanda Venezuela, dan menyampaikan belasungkawa serta harapan untuk pemulihan yang cepat bagi rakyat dan pemerintah Venezuela yang bersahabat," kata Erdogan, dikutip Al Jazeera, Kamis.
(isa/bac)