Calon Senat Muslim AS Ejek Trump usai Disebut Tukang Bual

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 21:45 WIB
U.S. Senate Democratic candidate Abdul El-Sayed speaks on stage, with vote counting continuing for Michigan's Democratic U.S. Senate primary, during an election night rally in Detroit, Michigan, U.S., August 5, 2026. REUTERS/Rebecca Cook
Calon senator Muslim Amerika Serikat dari Partai Demokrat Abdul El Sayed mengejek balik Presiden Donald Trump usai disebut tukang bual. (Foto: REUTERS/Rebecca Cook)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon senator Muslim Amerika Serikat dari Partai Demokrat Abdul El Sayed mengejek balik Presiden Donald Trump usai disebut tukang bual.

Sayed menyampaikan komentar tersebut saat wawancara dengan James Mathhews di Sky News pada Jumat (7/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setidaknya saya tak mengeluarkan kepunyaan saya [buang air besar]di tengah Ruang Oval," kata Sayed, dikutip Huffington Post.

Komenter itu kemungkinan merujuk ke lelucon soal Trump yang BAB di celana sendiri.

Dalam beberapa pekan terakhir muncul klaim bahwa Trump buang air besar begitu sering sehingga baunya bisa tercium hingga jauh dan membuat orang-orang keluar ruangan.

Beberapa mengartikan lelucon tersebut merupakan sindiran karena Trump kerap mengusir awak media dari Ruang Oval.

Pernyataan Sayed muncul usai Trump melontarkan kata-kata kasar ke politikus Demokrat tersebut. Ketika itu, dia menyebut Sayed komunis dan tukang bual.

"Mereka ingin kembali ke titik terendah. itulah komunisme. Mereka ingin negara ini menjadi negara komunis," kata Trump.

Dia lalu berujar, "Kami tidak akan membiarkan mereka mewujudkannya sebagai negara komunis. Bahkan untuk sesaat pun tidak."

Hinaan Trump ke Sayed muncul setelah politikus Demokrat itu menang pemilihan umum pendahuluan (primary election) Partai Demokrat di negara bagian Michigan.

Dia berhasil mengalahkan lawannya dari kelompok moderat Haley Stevens dengan selisih suara kurang dari satu persen.

Trump dan politis Republik lain belakangan ini menggunakan julukan komunis untuk menyebut anggota Demokrat jelang pemilihan sela.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]