TKW Asal Cianjur Diduga Dianiaya Majikan di Libya, Kemlu Buka Suara
Tenaga kerja wanita (TKW) asal Cianjur, Indonesia, diduga mengalami penganiayaan oleh majikannya di Benghazi, Libya, pekan lalu.
Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Perlindangan Warga Negara Indonesia (PWNI) buka suara atas dugaan penganiaan tersebut yang sempat ramai di media sosial pada Jumat (26/6).
"Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tripoli tengah menangani kasus PMI (Pekerja Migran Indonesia) berinisial AJ di Benghazi, Libya Timur, menyusul informasi yang beredar di media sosial pada 26 Juni 2026," demikian pernyataan Direktur PWNI Kemlu, Heni Hamidah. dalam rilis yang diterima CNN Indonesia.
"KBRI Tripoli telah memastikan saat ini kondisi AJ dalam keadaan aman, sehat, dan tidak mengalami cidera/luka," ia melanjutkan pernyataan tersebut.
Heni menyebutkan bahwa KBRI Tripoli bersama pihak-pihak terkait, termasuk AJ dan pihak majikan, masih terus melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian.
"Berdasarkan penelusuran bersama agensi setempat, Saudari AJ diketahui telah bekerja di Benghazi, Libya Timur, sejak Maret 2025 melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor," terang Heni.
"Kemlu RI melalui KBRI Tripoli akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan otoritas setempat untuk penanganan kasus ini," ia menambahkan.
Heni kembali mengimbau kepada WNI yang berencana bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur prosedural sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan pelindungan hak-hak dan keselamatan pekerja.
(bac)