Menteri Israel Usul Warga Palestina Dipindah dari Gaza, Dibantu Mossad

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 14:34 WIB
Displaced Palestinians move with their belongings southwards on a road in the Nuseirat refugee camp area in the central Gaza Strip on September 20, 2025, as Israel presses its ground offensive to capture Gaza City. Israel has pummelled Gaza City with
Ilustrasi. Menteri Israel usul warga Palestina direlokasi dari Gaza dengan bantuan Mossad. Foto: AFP/EYAD BABA
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Inovasi, Sains, dan Teknologi Israel, Gila Gamliel, mengatakan dia telah mengajukan rencana pemerintah untuk "merelokasi" warga Palestina dari Jalur Gaza, dengan bantuan badan intelijen Mossad.

Dalam sebuah wawancara, Gamliel yang juga anggota kabinet keamanan Israel, mengatakan dia telah menyiapkan inisiatif politik berjudul "migrasi sukarela dari Jalur Gaza" dan telah mengajukannya kepada pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah menyiapkan rencana ini dan mengajukannya kepada kabinet. Rencana ini hampir siap untuk diimplementasikan, dan Mossad kini telah bergabung dalam proses untuk mengelola upaya ini dengan sebaik mungkin," kata Gamliel, seperti dikutip Middle East Monitor.

Gamliel mengatakan proposal itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, dan bertekad untuk memperluas operasi militer Israel di Gaza.

"Saat ini kami menguasai lebih dari 60 persen Gaza secara militer, dan kami akan terus maju hingga mencapai tujuan perang, yaitu memastikan bahwa Hamas tidak lagi dapat mengendalikan Jalur Gaza, baik secara militer maupun politik," kata dia.

"Di masa depan, Gaza dapat menjadi peluang bagus untuk pemukiman, setelah migrasi sukarela terjadi," imbuhnya.

Menteri tersebut tidak menyebutkan negara mana yang akan menjadi tujuan pemindahan warga Palestina. Dia juga tidak memberikan rincian tentang keterlibatan Mossad dalam rencana itu.

Seruan relokasi warga Palestina dan pendirian permukiman Israel di Gaza bertentangan dengan usulan internasional, termasuk rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.

Beberapa menteri Israel, termasuk Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir telah berulang kali menyerukan relokasi warga Palestina dari Gaza, meskipun ada kritik internasional terhadap usulan tersebut.

(dna/bac) Add as a preferred
source on Google