Israel Mau Kembangkan Senjata Laser Buat Jatuhkan Satelit

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 15:30 WIB
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan akan mengembangkan laser untuk menjatuhkan satelit-satelit yang mengorbit di atas negaranya.
Laser Iron Beam Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan saat ini akan mengembangkan laser untuk menjatuhkan satelit-satelit yang mengorbit di atas negaranya. (Sebastian Scheiner / POOL / AFP)AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pemerintahaannya saat ini akan mengembangkan laser untuk menjatuhkan satelit-satelit yang mengorbit di atas negaranya.

Laser tersebut akan digunakan untuk menangkal satelit-satelit musuh yang mencoba melakukan pengintaian di Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu tujuan utama yang ditetapkan oleh Perdana Menteri (Benjamin Netanyahu) dan saya adalah merekrut para ahli terbaik," kata Katz dikutip dari The Jerusalem Post.

"Hingga hari ini, tidak ada negara yang memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di luar angkasa. Kita harus menjadi negara terdepan di dunia dengan kemampuan ini," ia melanjutkan pernyataannya.

Sejauh ini belum ada satu negara pun yang membuat sistem penangkal ke luar angkasa untuk melumpuhkan satelit-satelit di orbit bumi.

"Jika kita mencapai ini, itu akan memastikan keunggulan dalam hal pencegahan, kemampuan untuk menyerang, menghancurkan, dan semua hal lainnya, dibandingkan dengan musuh kita yang memiliki sumber daya besar," kata Katz.

Katz sebelumnya menegaskan bahwa Israel berkomitmen menjadi yang terdepan dalam perlombaan senjata dengan kemampuan melakukan serangan di luar angkasa. Namun kini, ia secara spesifik menyebut bahwa teknologi yang akan digunakan adalah laser.

Israel sejauh ini sudah mengembangkan teknologi laser untuk keperluan militer termasuk Iron Beam. Tel Aviv bahkan mulai mengembangkan teknologi senjata laser yang akan dibawa jet-jet tempur mereka.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]