Trump: Ada Upaya Mengubah Karakter Bangsa Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap ancaman baru bagi identitas negara. Menurutnya ancaman tersebut datang dari kelompok "radikal dan ekstremis" domestik.
Hal tersebut disampaikan Trump tepat di ambang perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Trump mengagungkan keistimewaan Amerika dan memuji para pemimpin terdahulu.
Ia berbicara langsung di kaki Gunung Rushmore, monumen ikonik yang memahat wajah raksasa empat presiden legendaris pendahulunya.
"Menjelang hari jadi yang luar biasa ini, kita melihat identitas Amerika kita kembali dironrong. Ada kebangkitan kembali ancaman komunis di tanah air kita," ujar Trump, melansir AFP, Jumat (3/7).
Tuduhan ini digaungkan Trump dalam beberapa minggu terakhir, menyusul gelombang kemenangan mengejutkan dari sayap kiri anti-kemapanan Partai Demokrat dalam pemilihan primer AS.
Menjelang pemilu paruh waktu bulan November mendatang, sang presiden menggambarkan kebangkitan sayap kiri ini sebagai aksi sekelompok "komunis" yang sedang merajalela dan menjadi "ancaman" besar bagi negara.
"Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya nyata untuk mengubah karakter istimewa ini, mematikan semangat Amerika, dan menjauhkan kita dari sejarah kita sendiri," ujar Trump.
Meskipun pilihan bahasanya kali ini tidak sekeras retorika anti-imigran yang biasa ia sampaikan dalam berbagai pidato sebelumnya, pesan tersiratnya tetap gamblang.
"Anda tidak harus lahir di sini, tetapi Anda wajib mencintai apa yang telah kita bangun," ujarnya.
Di setiap kesempatan, politikus Republik berusia 80 tahun tersebut tampak berusaha memanfaatkan momen perayaan besar AS ini sebagai panggung unjuk gigi baginya.
Tepat pada Hari Kemerdekaan 4 Juli, Trump berencana menggelar pawai politik bergaya kampanye di National Mall, Washington. Acara tersebut akan dimeriahkan dengan atraksi jet tempur militer dan apa yang ia klaim sebagai pertunjukan kembang api terbesar di dunia.
(dmi/dmi)