Trump Telepon Putin dan Zelensky Bahas Perang Ukraina Jelang KTT NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (2/7) untuk membahas konflik di Ukraina menjelang KTT NATO di Ankara, Turki.
Dikutip dari AFP, menurut pernyataan Kremlin dan Zelensky, komunikasi tersebut juga dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi AS ke-250.
"Para presiden membahas masalah penyelesaian di Ukraina, khususnya dengan mempertimbangkan partisipasi Donald Trump yang akan datang dalam KTT NATO di Turki pada tanggal 7 dan 8 Juli," kata Yuri Ushakov, ajudan kebijakan luar negeri Kremlin, menurut kantor berita RIA Novosti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ushakov mengatakan kedua pemimpin juga membahas sejumlah isu lain, termasuk soal Iran dan situasi di Timur Tengah, dalam percakapan yang berlangsung selama 85 menit.
Sebelumnya pada Sabtu, Zelensky mengatakan dirinya dan Trump juga membahas perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun di Ukraina. Ia menyebut pembicaraan tersebut sebagai "percakapan telepon yang sangat baik."
"Presiden Trump dan saya membahas situasi terkini di garis depan serta upaya diplomatik yang sedang kami lakukan. Ada peluang nyata untuk mengakhiri perang ini, dan tekad Amerika Serikat menjadi faktor yang sangat menentukan. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan ini pada KTT NATO di Ankara," tulis Zelensky di akun X miliknya.
Para kepala negara dan delegasi dari 32 negara, termasuk Trump, diperkirakan akan tiba di Ankara mulai Selasa untuk KTT tersebut.
Putin "menjelaskan situasi sebenarnya di medan perang (di Ukraina), di mana pasukan bersenjata Rusia maju dengan percaya diri," kata Ushakov.
Namun, di garis depan, pasukan Rusia nyaris tidak mencatat kemajuan berarti dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi itu terutama disebabkan oleh penggunaan drone yang menghambat pergerakan kendaraan berat serta menimbulkan kerugian besar di kedua belah pihak.
Sementara itu, dari sisi diplomatik, perundingan masih menemui jalan buntu. Moskow tetap menuntut penarikan seluruh pasukan Ukraina dari wilayah Donetsk, tuntutan yang hingga kini ditolak oleh Kyiv.
(dis/mik) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

