Trump Jamin Israel Manut AS soal Iran: Netanyahu Tahu Siapa Bossnya

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 13:20 WIB
US President Donald Trump (R) and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu shake hands as they arrive to speak to journalists during a joint press conference at Trumps Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 29, 2025. US President D
Presiden Donald Trump mengatakan dirinya dan PM Israel Benjamin Netanyahu "memiliki hubungan yang sangat baik" menyusul ketegangan antara kedua negara soal Iran. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "memiliki hubungan yang sangat baik". Hal itu diutarakan Trump setelah relasi keduanya dilaporkan merenggang gegara masalah Iran. 

Melalui wawancara singkat via telepon dengan Axios, Trump bahkan menyebut Netanyahu "tahu siapa bosnya", mengisyaratkan bahwa Israel akan manut terhadap apa pun keputusan Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Netanyahu tahu siapa bosnya," kata Trump dalam wawancara telepon singkat, merujuk pada dirinya sendiri.

Trump juga mengonfirmasi bahwa ia akan segera bertemu dengan Netanyahu. Menurutnya, pemimpin Israel itu telah meminta pertemuan di Gedung Putih, yang kemungkinan dapat berlangsung secepatnya pekan depan setelah KTT NATO di Turki.

Sementara itu, dikutip The Times of Israel, Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan pada Jumat bahwa kedua pemimpin telah berbicara melalui telepon dan "sepakat untuk segera bertemu di Amerika Serikat."

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Axios bahwa pertemuan Trump dan Netanyahu "kemungkinan baru dapat berlangsung pada pekan berikutnya" karena kendala penjadwalan.

"Dalam percakapan mereka, Perdana Menteri mengatakan bahwa Amerika Serikat merupakan penjamin kebebasan global dan bahwa Israel sangat menghargai hubungan erat antara kedua negara," demikian pernyataan kantor Netanyahu pada Jumat.

Pertemuan mendatang akan menjadi yang pertama antara kedua pemimpin sejak Februari, ketika Netanyahu mempresentasikan kepada Trump rencana operasi militer gabungan mereka terhadap Iran.

Pertemuan itu berlangsung di tengah ketegangan kedua negara terkait perundingan damai Washington dengan Iran, yang dikhawatirkan Israel akan menghasilkan kesepakatan yang merugikan kepentingan keamanannya.

Bulan lalu, setelah berminggu-minggu berunding, Amerika Serikat dan Iran menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata, membuka kembali Selat Hormuz, serta menjalani negosiasi selama 60 hari guna mencapai kesepakatan final mengenai program nuklir Iran.

Israel bukan merupakan pihak dalam kesepakatan tersebut dan tidak terlibat dalam negosiasi lanjutan, meskipun konflik antara Israel dan Iran juga untuk sementara mereda.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]