Teriakan Dendam Warga Iran di Pemakaman Khamenei: Matilah Amerika!

CNN Indonesia
Minggu, 05 Jul 2026 16:10 WIB
People gather on the day of a public farewell ceremony to pay their respects to late Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who was killed on February 28 in Israeli and U.S. airstrikes, at the Imam Khomeini Grand Mosalla, in Tehran, Iran July 4, 2026
Seorang penyair yang tampil dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyindir Presiden AS Donald Trump melalui sebuah puisi. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penyair yang tampil dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sebuah puisi.

Puisi itu dibacakan di hadapan lautan massa yang berkumpul di Teheran pada Minggu (5/7) menghadiri rangkaian pemakaman yang puncaknya digelar Kamis (9/7) pekan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Al Jazeera, menurut kantor berita Associated Press (AP), sang penyair membacakan puisi bernada keras yang mengkritik Trump. AP melaporkan massa kemudian merespons dengan meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Amerika Serikat dan Israel.

Tanda-tanda kemarahan atas kematian Khamenei mulai terlihat pada hari kedua prosesi pemakamannya. Media pemerintah Iran menayangkan wawancara dengan seorang politikus yang mengatakan dalam sebuah acara televisi bahwa "slogan utama" para pelayat adalah "seruan untuk menuntut balas darah."

Di pusat Teheran, tempat jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut tewas disemayamkan, orang-orang terus berdatangan ke tempat ini untuk memberikan penghormatan.

Emosi masyarakat masih sangat tinggi. Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika, termasuk "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel".

Ketika jurnalis Al Jazeera mewawancarai beberapa orang, mereka mengatakan bahwa pembunuhan Khamenei harus dibalas.

Proses menyalatkan jenazah Ali Khamenei juga berlangsung hari ini. Tiga putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, turut menghadiri salat jenazah sang ayah.

Sementara itu, seperti yang telah dilaporkan, Mojtaba Khamenei tidak menghadiri upacara tersebut karena alasan keamanan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.

Melalui pantauan video yang disiarkan AP, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi juga turut hadir saat momen salat jenazah tersebut.

Sementara itu, kantor berita IRNA melaporkan bahwa Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu tokoh agama paling senior di Iran, memimpin salat jenazah mendiang Ali Khamenei.

Selain keluarga, beberapa pejabat yang hadir di upacara pemakaman itu antara lain lain Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]