Iran dan Qatar Mulai Perdagangan Maritim Usai Setop 5 Bulan

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 04:31 WIB
Iran dan Qatar disebut sudah melanjutkan perdagangan maritim setelah Iran dan AS menandatangani kesepakatan.
Iran dan Qatar disebut sudah melanjutkan perdagangan maritim setelah Iran dan AS menandatangani kesepakatan. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdagangan maritim antara Iran dan Qatar telah kembali berlanjut setelah ditangguhkan selama kurang lebih lima bulan. Pernyataan itu dikeluarkan atase perdagangan Iran di Doha, Abbas Abdolkhani, kepada media pemerintah pada Minggu (5/7).

Kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani bulan lalu mengumumkan berakhirnya permusuhan setelah konflik selama empat bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga sepakat mengembalikan lalu lintas maritim di Teluk pada kondisi sebelum perang, meski transit masuk dan keluar Teluk masih diperdebatkan.

Abdolkhani mengatakan pengiriman antara pelabuhan Dayyer Iran dan pelabuhan Al Ruwais Qatar telah kembali berlanjut setelah koordinasi antara kedutaan Iran di Doha dan otoritas Qatar.

Kedua pelabuhan yang secara geografis berlawanan ini terutama melayani perdagangan regional. Pelabuhan Dayyer beberapa kali terkena serangan selama perang.

Pada akhir Juni, seorang pejabat dari Organisasi Promosi Perdagangan Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa barang-barang Iran akhirnya diproses di Pelabuhan Jebel Ali Uni Emirat Arab, pelabuhan terbesar di kawasan itu, menunjukkan kembalinya perdagangan secara bertahap antara kedua sisi Teluk.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]