Obsesi Cape Verde ke Messi dan Sejarah Masyarakat Negara Ini Terbentuk

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 05:15 WIB
Salah satu tim nasional yang menjadi perhatian para peminat sepak bola di Piala Dunia 2026 adalah Tanjung Verde atau biasa disebut Cape Verde.
Salah satu tim nasional yang menjadi perhatian para peminat sepak bola di Piala Dunia 2026 adalah Tanjung Verde atau biasa disebut Cape Verde. (REUTERS/Amanda Perobelli)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu tim nasional yang menjadi perhatian para peminat sepak bola di Piala Dunia 2026 adalah Tanjung Verde atau biasa disebut Cape Verde.

Negara ini baru pertama ikut dalam ajang kompetisi paling bergengsi di dunia, namun berhasil lolos ke babak 32 besar.

Langkahnya terhenti ketika dikalahkan juara bertahan Argentina degan skor tipis 3-2. Dan yang mengejutkan, mereka bermain dengan perpanjangan waktu yang membuat Argentina berjuang habis-habisan. Meski kalah, namun banyak masyarakat justeru memberi respek kepada tim dari Afrika ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari situs FIFA, keberhasilan Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Berstatus sebagai debutan, mereka mampu mengumpulkan poin yang cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

Penampilan solid lini belakang serta efektivitas serangan balik menjadi senjata utama yang membawa mereka melangkah lebih jauh dari perkiraan banyak pengamat.

Di luar lapangan, para pemain dan ofisial Cape Verde juga membetot perhatian para pencinta sepak bola dunia usai laga melawan Argentina.

Dalam video singkat yang beredar di media sosial, mereka tampak mengantre untuk selfie bersama bintang dunia di timnas Argentina, Lionel Messi. Para pemain tersebut dengan sabar menunggu sesi wawancara Messi di area mixed zone untuk berfoto bersama.

Messi pun dengan ramah meladeni permintaan para pemain dan ofisial Cape Verde untuk selfie. Bagi para pemain, bermain dalam satu lapangan dan akhirnya foto bareng idola merupakan pencapaian luar biasa sekali seumur hidup.

Di akun media sosial, para pemain ini mengunggah foto bermain melawan Messi di lapangan pada laga 32 besar.

Sejarah

Cave Verde adalah negara pulau di Afrika, terletak di sebuah kepulauan di Samudra Atlantik, tepat di lepas pantai barat negara Guinea-Bissau. Pemukim tetap pertama di gugusan pulau ini adalah penjelajah Portugis yang diyakini telah menetap di sana pada tahun 1462.

Secara historis, kepulauan ini digunakan sebagai tempat persinggahan bagi orang-orang yang diperbudak yang diangkut melintasi Atlantik, dan untuk kapal-kapal pasokan yang menuju koloni Portugis. Tanjung Verde tetap berada di bawah kekuasaan Portugis hingga tahun 1975, seperti dikutip dari laman sejarah Afrika, SA Hsitory.

Sejak tahun 1991 Tanjung Verde telah menjadi negara demokrasi multipartai, dengan perubahan partai penguasa dalam beberapa pemilihan. Dalam konteks Afrika, negara ini dikenal karena pluralisme politik dan stabilitasnya. Pada tahun 2013 Tanjung Verde mengubah nama resminya di Majelis Umum PBB menjadi Cabo Verde.

Secara umum disepakati bahwa Kepulauan tersebut tidak berpenghuni ketika Portugis pertama kali mendarat pada tahun 1456. Beberapa penjelajah telah diakui sebagai orang Eropa pertama yang menemukan Tanjung Verde: Diogo Gomes, Diogo Dias, Diogo Alfonso, dan Alvise Cadamosto.

Cave Verde adalah koloni Eropa pertama di iklim tropis dan dapat dianggap sebagai titik awal Kekaisaran kolonial Portugal. Permukiman pertama di Tanjung Verde didirikan pada tahun 1462 (30 tahun sebelum Columbus tiba di Amerika) dan disebut Ribeira Grande.

Masyarakat campuran

Sebagai pulau tak berpenghuni, Cave Verde kemudian didatangi oleh orang Eropa yang membawa para budak dari Afrika. Maka lahirlah percampuran antara populasi Afrika Barat (seperti dari Senegal, Guinea-Bissau, dan Gambia) yang dibawa oleh penjajah Portugis sejak abad ke-15. Perpaduan ini menciptakan kelompok etnis dan budaya Kreol (Crioulo) yang unik.

Berdasarkan laman Kreol Magazine, istilah Kreol (atau Criollo dalam bahasa Spanyol) pada awalnya digunakan untuk menyebut orang keturunan Eropa atau Afrika yang lahir di daerah jajahan (seperti di Amerika atau wilayah Karibia).

Seiring waktu, peleburan budaya ini melahirkan kelompok masyarakat baru dengan identitas sosial dan budaya yang mandiri.

Proses percampuran budaya juga melahirkan bahasa baru yang disebut bahasa Kreol. Biasanya, ini bermula dari bahasa pidgin (bahasa perantara sederhana yang digunakan untuk berkomunikasi antar kelompok yang tidak menguasai bahasa satu sama lain) yang kemudian dituturkan secara turun-temurun hingga menjadi bahasa ibu atau bahasa utama dengan tata bahasa yang lebih kompleks.

Cape Verde adalah negara di mana budaya Kreol bukan hanya pengaruh, tetapi juga fondasi identitas nasional.

"Dengan sejarah yang berakar pada penjajahan Portugis, migrasi Afrika, dan perdagangan transatlantik, kepulauan ini mengembangkan perpaduan budaya yang unik, di mana tradisi Afrika dan Eropa menyatu untuk menciptakan salah satu masyarakat yang paling didominasi budaya Kreol di dunia," tulis laman tersebut.

"Cape Verde adalah contoh nyata bagaimana budaya Kreol membentuk suatu bangsa, mulai dari bahasa dan musik hingga makanan dan adat istiadatnya. Kisah negara ini adalah kisah tentang ketahanan, kreativitas, dan adaptasi, menjadikannya tempat yang menarik untuk menjelajahi kedalaman warisan Kreol."

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]