Serangan Baru AS, Presiden Iran Langsung Pulang dari Irak ke Teheran

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 07:35 WIB
In this handout picture provided by Iranian presidency, Iran's President Masoud Pezeshkian addresses cabinet members, as they visit of the tomb of the late Iranian revolutionary leader Ayatollah Ruhollah Khomeini, in Tehran on January 31, 2026, ahead
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang berkunjung ke Irak ketika serangan baru AS menghantam sejumlah titik di selatan negaranya. (Foto: AFP/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang berkunjung ke Irak ketika serangan baru Amerika Serikat menghantam sejumlah titik di selatan negaranya pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan Pezeshkian saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Teheran dari Irak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pezeshkian sebelumnya melakukan perjalanan ke Kota Najaf di Irak untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman mendiang eks Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung selama sepekan.

Iring-iringan jenazah Khamenei baru tiba di Kota Najaf ketika serangan AS berlangsung. 

Sementara itu, dilansir CNN, kantor berita pemerintah IRNA melaporkan Pezeshkian meninggalkan Najaf pada Rabu dini hari waktu setempat setelah menyelesaikan kunjungannya ke Irak.

Upacara pemakaman Ali Khamenei sendiri masih akan berlangsung sampai Kamis (9/7), di mana jenazahnya akan dikirim kembali ke Iran tepatnya kampung halamannya di Mashhad untuk dikebumikan di kompleks Makam Imam Reza.

Serangan terbaru AS ini diluncurkan ketika kedua negara sedang gencatan senjata dan sudah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang. Rentetan suara ledakan dilaporkan terdengar di berbagai lokasi di sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik.

Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan serangan ini merupakan respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz baru-baru ini.

"Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," demikian pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip Al Jazeera.

Menurut seorang pejabat AS, Iran menembaki tiga kapal komersial pada Selasa di perairan teritorial Oman dekat Selat Hormuz. Pejabat itu menyatakan serangan tersebut adalah "pelanggaran berat" terhadap MoU damai yang diteken pada 17 Juni lalu.

Dikutip CNN, seorang pejabat AS menuturkan serangan terbaru Amerika ini merupakan "akibat langsung dari aksi terorisme internasional yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.

"Pihak Iran mengetahui konsekuensi dari tindakan mereka yang tidak masuk akal itu, tetapi mereka tetap memilih untuk melancarkan serangan-serangan tersebut," ujar pejabat itu.

"Ini adalah hukuman. Dan ini tidak akan segera berakhir."

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]