BREAKING NEWS

Trump Perintahkan AS Serang Iran Lagi! Ledakan Hantam Beberapa Kota

tim | CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 05:35 WIB
Smoke rises at an unknown location following what the U.S. Central Command says is a new wave of strikes against Iran on Tuesday after three tankers were hit by projectiles in the Strait of Hormuz, in this still image taken from video released July 7
Penampakan serangan udara baru AS ke Iran. (Foto: via REUTERS/U.S. Central Command)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump memerintahkan serangan baru terhadap Iran pada Rabu (8/7) dan memperingatkan akan ada konsekuensi yang "jauh lebih buruk" jika Teheran terus menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran melaporkan terjadi ledakan di sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan negara itu setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan gelombang baru serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, suara pesawat tempur terdengar di atas Pulau Kish dan ledakan mengguncang kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Sebagian wilayah bahkan mengalami pemadaman listrik.

"Malam ini kami akan menghantam mereka dengan keras. Mereka melanggar perjanjian setiap hari," kata Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara.

Melalui media sosial, Trump juga menegaskan alasan AS melancarkan serangan terbarunya ke Iran di tengah gencatan senjata.

"Ini adalah balasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin. Jika itu terjadi lagi, akibatnya akan jauh lebih buruk!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social seperti dikutip AFP.

CENTCOM menyatakan serangan tersebut dilakukan untuk melemahkan kemampuan pasukan Iran "dalam mengancam kebebasan navigasi" di Selat Hormuz, jalur yang setiap harinya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

"Amerika Serikat meminta Iran mempertanggungjawabkan tindakan agresi terbarunya yang tidak dapat dibenarkan terhadap pelayaran komersial," tulis CENTCOM di X.

Sebelum memerintahkan serangan terbaru, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu mendorong Pakistan, Qatar, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan deeskalasi.

Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif dalam konflik Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari, ketika serangan gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad pada Kamis.

Sejak serangan tersebut, Teheran bersikeras mengendalikan Selat Hormuz dengan menyatakan akan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas serta mengancam akan menyerang kapal yang keluar dari jalur pelayaran yang telah ditetapkannya.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Iran menyerang sedikitnya tiga kapal, yang kemudian memicu serangan besar-besaran AS terhadap target-target Iran pada Selasa, disusul serangan balasan Iran terhadap sejumlah negara Teluk.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]