Iran Sebut AS Hancurkan Jembatan ke Kota Khamenei Akan Dimakamkan

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 11:10 WIB
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan jembatan penghubung menuju Kota Mashhad pada Kamis (9/7).
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan jembatan penghubung menuju Kota Mashhad pada Kamis (9/7). (via REUTERS/U.S. Central Command)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan Amerika Serikat telah menghancurkan jembatan penghubung menuju Kota Mashhad pada Kamis (9/7).

Mashhad merupakan kota tempat Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan. Mashhad adalah kota kelahiran mantan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC kemudian menegaskan bahwa serangan balasan mereka ke Bahrain dan Kuwait merupakan pembalasan atas serangan terhadap provinsi-provinsi pesisir selatan serta terhadap "dua jembatan di provinsi-provinsi timur menuju kota suci Mashhad".

IRGC menuduh bahwa AS sengaja menyerang dua jembatan tersebut untuk menghalangi upacara pemakaman "bersejarah" tersebut.

Mereka juga memperingatkan bahwa jika AS mengulangi serangannya, "tanggapan keras Iran akan diperluas untuk mencakup pangkalan-pangkalan Amerika lainnya di wilayah tersebut."

Sebelumnya, IRIB melaporkan bahwa pasukan AS telah menembakkan tujuh rudal ke Jembatan Aq Tekeh Khan di luar kota Aqqala, menyebabkan dua ledakan di jalur kereta api.

Sebelumnya, stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan serangan rudal terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat, dengan melibatkan tujuh proyektil.

Ketujuh proyektil disebut mengarah ke Jembatan Aq Tekeh Khan. Dua di antaranya mengakibatkan ledakan di jalur kereta api, demikian dilaporkan Al Jazeera.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah merespons serangan terbaru Washington ini. IRGC bersumpah akan membalas AS.

Pada saat yang sama, IRGC mengabarkan tak ada korban jiwa dalam serangan ini.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]