Lalu Lintas Selat Hormuz Nyaris Lumpuh Imbas Serangan Terbaru AS

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 14:04 WIB
In this photo obtained from the US Department of Defense, the US Navy's guided-missile cruiser USS Philippine Sea (CG 58) transits the Strait of Hormuz as the Dwight D. Eisenhower Carrier Strike Group (IKECSG) makes an inbound transit to the Gulf on
Lalu lintas kapal yang melintas di Selat Hormuz nyaris berhenti total imbas serangan AS dua hari berturut-turut. Foto: AFP/MERISSA DALEY
Jakarta, CNN Indonesia --

Lalu lintas maritim di Selat Hormuz nyaris terhenti total, setelah militer Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan ke Iran selama dua hari berturut-turut pekan ini.

Menurut data pelacakan kapal seperti dilaporkan Bloomberg News mengatakan di antara kapal-kapal besar, hanya sebuah kapal tanker super yang dikenai sanksi AS, yang terlihat keluar dari Teluk bersama sebuah kapal kontainer berbendera Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan menyebut hanya 14 kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz ke kedua arah kemarin. Ini menjadi jumlah terendah kapal yang melintas, sejak Nota Kesepahaman pembicaraan damai AS dan Iran diteken pada 16 Juni.

Sebelumnya rata-rata ada 34 kapal yang melintasi selat tersebut dalam tiga minggu sejak kedua negara menyepakati kesepakatan untuk pembicaraan perdamaian.

Militer AS kembali membombardir 90 titik di berbagai wilayah Iran pada Kamis (9/7).

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) di Timur Tengah menyatakan telah merampungkan serangkaian tambahan ke Iran "untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial dan pelaut sipil yang tidak bersalah di Selat Hormuz".

"Pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran," demikian keterangan CENTCOM di media sosial X.

Dikutip Al Jazeera, CENTCOM menyebut serangan terbaru ini diluncurkan setelah unitnya berhasil melancarkan serangan ofensif lainnya di malam sebelumnya.

(dna) Add as a preferred
source on Google