Zelensky Rombak Pemerintahan Ukraina, Copot PM Baru Setahun Menjabat

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 08:32 WIB
In this handout photograph taken and released by the Ukrainian Presidential Press Service on December 12, 2025, Ukraine's President Volodymyr Zelensky records a video message on his mobile phone in front of the road sign marking the entrance to Kupia
PM Ukraina Zelensky rombak pemerintahan termasuk copot PM yang baru setahun menjabat. Foto: AFP/HANDOUT
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran pada Minggu (12/7), di mana salah satunya mencopot Perdana Menteri Yulia Svyrydenko yang baru satu tahun menjabat.

Dalam unggahan di media sosial X, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina sedang mengubah strategi politik. Setiap area prioritas kebijakan luar negeri akan ditugaskan kepada orang tertentu dengan pengalaman yang mampu mengimplementasikan rencana tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Area terpenting ini meliputi Amerika Serikat (AS) dan perjanjian kedua negara mengenai lisensi untuk memproduksi sistem Patriot. Kemudian proyek anti-balistik Eropa, keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, serta hubungan Ukraina dengan negara tetangga seperti Polandia dan Hongaria.

Timur Tengah dan kawasan Teluk, yang disebut salah satu area global paling menjanjikan untuk kerja sama keamanan dan ekonomi, juga termasuk dalam cakupan ini. China dan sejumlah organisasi internasional juga masuk dalam area, terutama yang dapat memengaruhi keputusan global "dan dapat berbuat lebih banyak untuk membantu mengakhiri Perang Rusia vs Ukraina."

Zelensky menyebut urusan-urusan ini harus diperkuat secara cepat dan signifikan.

"Oleh karena itu, perubahan personel akan dimulai di Ukraina untuk memastikan implementasi strategi politik yang diperbarui," tulis Zelensky.

"Kami membahas detailnya dengan Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko. Kami menetapkan bahwa perubahan ini membutuhkan pembaruan Kabinet Menteri," lanjutnya.

Zelensky mengindikasikan bahwa sang PM akan dicopot dari jabatannya. Namun, ia tak merinci siapa yang akan menggantikan Svyrydenko. Ia hanya menyatakan terima kasih atas kinerja dan pengabdian Svyrydenko dan menawarkannya kesempatan untuk memimpin "bidang hubungan baru dan penting dengan mitra kunci."

Svyrydenko sebelumnya mewakili Ukraina dalam negosiasi dengan Amerika Serikat ketika kedua negara membahas kesepakatan mineral dan investasi. Belum jelas apakah peran barunya akan terkait dengan AS.

Dalam sebuah unggahan di X, Svyrydenko berterima kasih kepada Zelensky atas kepercayaannya dan mengatakan bahwa ia "siap melayani negara Ukraina".

Calon potensial pengganti Svyrydenko disebut-sebut yakni Sergiy Koretsky, CEO perusahaan energi negara Ukraina Naftogaz. Mantan Perdana Menteri Denys Shmygal juga masuk dalam radar.

Selain Svyrydenko, Zelensky juga mengumumkan bahwa perubahan turut terjadi di antara kepala lembaga penegak hukum. Namun ia tak memberi detail lebih lanjut.

(blq/dna) Add as a preferred
source on Google