Negara-negara Arab Kembali Diamuk Iran Kecuali Saudi, Kenapa?

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 13:00 WIB
Ruda Iran. (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayoritas negara-negara Arab kembali menjadi sasaran amukan Iran atas serangan Amerika Serikat yang kembali dilancarkan di wilayah mereka.

Fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, dan Oman, kembali dihujani rudal dan drone Iran. Namun, Arab Saudi tampaknya menjadi pengecualian dalam serangan Iran kali ini.

Menurut laporan dari EurAsian Times, Saudi tidak menjadi target serangan drone dan rudal selama serangan balasan Iran.

Arab Saudi menjalin kerja sama pertahanan jangka panjang yang erat dengan Pakistan, termasuk penandatanganan Kesepakatan Imbal Balik Pertahanan Strategis (Strategic Mutual Defense Agreement/SMDA) baru-baru ini.

Pakistan menjadi pemain yang sangat aktif dalam upaya menengahi perdamaian antara AS dan Iran.

Sebelumnya, Pakistan mengerahkan jet tempur dan pesawat pendukung ke Arab Saudi untuk meningkatkan keamanan kerajaan di bawah pakta pertahanan.

Seperti yang dilaporkan EurAsian Times, Pakistan telah mengingatkan Teheran tentang pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi untuk mencegah serangan Iran lebih lanjut terhadap wilayah Saudi, kata Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar dalam konferensi pers di Islamabad.

"Saya memberitahukan pihak Iran tentang perjanjian pertahanan kami. Pihak Iran mengatakan Arab Saudi harus memastikan bahwa wilayahnya tidak digunakan untuk melawan Iran," kata Ishaq Dar.

Meskipun pakta tersebut tidak secara eksplisit merinci kerja sama nuklir, Pakistan secara terbuka berkomitmen untuk memperluas pencegahan nuklirnya, yang secara efektif menempatkan Arab Saudi di bawah payung nuklirnya.

Meskipun tidak menjadi sasaran serangan Iran, Arab Saudi mengutuk serangan Iran di seluruh wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Saudi mengecam "pelanggaran prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Piagam Organisasi Kerja Sama Islam, dan aturan bertetangga baik, melalui serangan berulang Iran terhadap kapal-kapal dagang yang mengancam keamanan dan kebebasan navigasi."

Saling serang antara AS dan Iran masih berlanjut setelah pekan lalu Washington melancarkan serangan ke wilayah selatan Iran terutama sekitar Selat Hormuz.

AS kembali menyerang Iran pekan lalu karena menuduh Iran menembak kapal-kapal dagang negara sekutunya di Selat Hormuz. Beberapa jam setelah serangan Washington, Teheran melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara teluk kecuali Saudi.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK