Pastor di AS Pakai Jersey Argentina Demi Undang Messi Cs ke Gereja

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 21:00 WIB
Pastot di Dallas AS memakai jersey timnas Argentina demi mengundang Lionel Messi dan kawan-kawan ke gereja. (IMAGN IMAGES via Reuters/JAY BIGGERSTAFF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama perhelatan Piala Dunia 2026, banyak warga Argentina datang ke Amerika Serikat, satu dari tiga negara penyelenggara ajang sepak bola terbesar ini.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh seorang pastor di Kota Dallas agar Lionel Messi dan kawan-kawan serta warga Argentina mau datang ke gereja.

Ketika Argentina melawan Austria 23 Juni lalu di Dallas Stadium, Pastor Luis Prado, dari San Bernardo de Claraval, sengaja membuat video unik. Dia memperlihatkan jersey Argentina di balik jubah pastornya lalu memperlihatkan gaya menggocek bola dan menendang ke gawang.

Cara itu dia gunakan untuk mengajak fan dan timnas Argentina yang sedang singgah selama beberapa hari di Dallas, agar sudi ikut serta dalam perayaan keagamaan. Sayangnya, timnas Argentina tidak hampir begitu juga dengan fan dari negeri Tango tersebut.

"Saya mengundang mereka, tetapi sepertinya mereka tidak akan datang," katanya sambil tertawa kepada media Argentina, Clorin.

"Banyak jemaat yang datang bertanya Misa mana yang akan dihadiri Messi. Jika dia hadir, gereja pasti sudah penuh sesak," kata Pastor 34 tahun itu.

Selain merekam video untuk media sosial sambil mengenakan jersey Argentina di bawah jubahnya dan menendang bola ke gawang, di paroki tempatnya beribadah di Dallas, terdapat gambar Bunda Maria dari Luján, Santo Pelindung seluruh warga Argentina.

Pastor asal Argentina itu menjelaskan bahwa jika para pemain juga "menjadi teladan yang baik dalam hal iman," banyak orang dapat menemukan kedamaian dengan mengikuti teladan para juara dunia tersebut.

Imam peziarah

Sejak usia muda, kehidupan Pastor Luis Prado ditandai oleh iman. Ia adalah anak kedelapan dari 15 bersaudara, di mana empat di antaranya adalah pastor dan dua biarawati.

Saat ini keluarga tersebut terpecah, dengan beberapa anggotanya melayani sebagai misionaris di Papua Nugini, Australia bagian utara, Mesir, Argentina, dan bahkan Ekuador.

Luis menghabiskan lima tahun di Spanyol dan dikirim ke Maryland sebelum tiba di Texas. Awalnya, rencananya dia akan pergi ke Papua Nugini dari sana, tetapi gereja memutuskan dia harus pergi ke Dallas , tempat dia tinggal sejak 2020, tepat ketika pembatasan Covid dimulai.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK