Warga Gaza Palestina Banyak yang Mendukung Timnas Spanyol, Ada Apa?

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 06:55 WIB
Warga Jalur Gaza, Palestina, disebut mulai beramai-ramai mengalihkan dukungan mereka mendukung timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Jalur Gaza, Palestina, disebut mulai beramai-ramai mengalihkan dukungan mereka mendukung timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026.

Spanyol bakal bertemu raksasa Eropa lainnya, timnas Prancis, pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Kamis (15/7) pukul 02.00 dini hari WIB.

La Roja mulai mendapat banyak dukungan dari warga Gaza sejak Lamine Yamal dan kawan-kawan berlaga pada fase grup.

Pada laga melawan Arab Saudi, timnas Spanyol justru mendapat sorakan dukungan dari banyak warga Gaza, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Di sebuah kafe di Kota Gaza, para penggemar sepak bola berkumpul di sekitar layar kecil. Layar itu diletakkan di depam proyektor yang tidak terpakai, untuk menonton pertandingan penting Piala Dunia antara Spanyol dan Arab Saudi pada malam 21 Juni.

Para penonton kemudian bersorak gembira ketika Lamine Yamal yang berusia 18 tahun membuka skor untuk Spanyol pada menit ke-10.

Tiga gol Spanyol lainnya menyusul dalam 35 menit berikutnya. Skor mengamankan kemenangan telak bagi raksasa sepak bola Eropa tersebut yang disambut gembira oleh para pengunjung kafe Gaza yang sederhana itu.

Arab Saudi mungkin memiliki hubungan dekat dengan Palestina secara bangsa dan agama, tetapi kecintaan pada timnas Spanyol sudah lama ada di Gaza.

Terlebih, dukungan Palestina untuk Spanyol selama Piala Dunia tidak hanya didorong oleh kehebatan tim di lapangan. Dukungan itu juga dipandu oleh sikap politik dan kemanusiaan Spanyol selama perang genosida Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina.

Sejak perang dimulai pada Oktober 2023, Spanyol telah menjadi salah satu pendukung terkuat rakyat Gaza di Eropa dan kritikus Israel yang paling vokal.

Seorang pengacara 43 tahun dari Gaza, Mhammad Attallah mengatakan kepada Al Jazeera, ia telah mengikuti sepak bola Spanyol selama bertahun-tahun.

Tetapi ketika perang pecah dan Perdana Menteri Spanyol sayap kiri Pedro Sanchez memberikan dukungan negaranya kepada Gaza, kecintaannya pada La Roja, memiliki makna yang jauh berbeda.

"Kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan dan mencintai sepak bola. Banyak orang di sini telah mengikuti La Liga (Liga Spanyol) dan timnas Spanyol selama bertahun-tahun, tetapi sikap Spanyol selama perang membuat orang merasa jauh lebih dekat dengan olahraga ini," kata Attallah.

Ia mengatakan sikap tegas Spanyol mengecam genosida di Gaza mendapat sambutan luas di kalangan warga Palestina.

Solidaritas bintang Barcelona, Lamine Yamal pada warga Palestina, pengakuan Spanyol terhadap Negara Palestina pada tahun 2024, serta sikap resmi Spanyol terhadap perang termasuk permohonan Raja Felipe VI kepada Israel untuk menghentikan "tindakan keji" di Gaza, semuanya telah diperhatikan di Kota Gaza, 3.500 kilometer dari Madrid.

"Kami merasa bangga dengan semua orang yang berdiri di sisi rakyat Palestina selama masa-masa ini. Itulah mengapa banyak orang di sini mendukung Spanyol, bukan hanya karena sepak bola, tetapi juga karena sikap kemanusiaan ini," tutur Attallah.

"Kami berharap Spanyol menang, dan kami sangat mendukung mereka," katanya sambil tersenyum.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK