Update Perang AS-Iran: Selat Hormuz Diblokade, Kuwait-Bahrain Dirudal
Pasukan Amerika Serikat meluncurkan serangan terhadap Iran empat hari berturut-turut, dan kembali menerapkan blokade angkatan laut untuk mencegah kapal berlayar ke atau dari pelabuhan Iran.
Aksi militer ini terjadi usai Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk mengenakan pajak tinggi pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim serangan terbaru ini bertujuan untuk "melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal komersial" di Selat Hormuz.
Dilansir AFP, media pemerintah Iran melaporkan ledakan di dekat kota pelabuhan Bandar Abbas, di Pulau Qeshm dekat Selat Hormuz, dan lokasi lainnya.
Blokade angkatan laut juga mulai dilakukan AS pada Selasa (14/7) malam waktu setempat.
"Saat ini ada lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer yang beroperasi di seluruh Timur Tengah. Pasukan AS tetap waspada, mematikan, dan siap," demikian pernyataan CENTCOM.
Organisasi Maritim Internasional melaporkan melaporkan bahwa Iran juga meluncurkan serangan ke dua kapal di Selat Hormuz, dan menewaskan dua awak kapal.
Sebuah kapal tanker Norwegia juga terkena ledakan yang disebabkan oleh perangkat tak dikenal di lepas Pantai Oman pada Selasa pagi.
Sementara itu Kuwait mengatakan salah satu kapal angkatan lautnya terkena serangan rudal dan drone Iran, hingga melukai empat awak.
Bahrain juga mengaku pihaknya telah mencegat beberapa serangan udara berbahaya yang dilancarkan Iran, dan menuduh Teheran menargetkan warga sipil, usai ledakan dan sirene terdengar beberapa kali di Manama.
Teheran juga melancarkan serangan terhadap sekutu AS lainnya di kawasan itu, termasuk Yordania yang mengatakan telah menembak jatuh empat rudal dari Iran.
Iran bersikeras serangan mereka hanya menargetkan fasilitas milik AS. Namun juru bicara komando militer Iran menegaskan bahwa setiap kerja sama AS dengan negara-negara Teluk akan dianggap sebagai "tindakan perang".
as a preferred source on Google

