India Hapus Telur dari Menu MBG, Guru Khawatir Kehadiran Siswa Menurun

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 11:00 WIB
Ilustrasi. Negara bagian Benggala Barat di India hapus telur dari menu makan siang gratis di sekolah. Foto: AFP/NARINDER NANU
Jakarta, CNN Indonesia --

Para guru di sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah khawatir kehadiran siswa akan menurun, setelah pemerintah India berhenti menyajikan telur dari menu makan siang gratis.

Pemerintah di negara bagian Benggala Barat menghentikan pemberian menu telur dalam program makanan gratis, usai pemerintah nasionalis Hindu yang baru terpilih mengatakan bakal menggantinya dengan menu vegetarian.

Aturan baru ini memicu perdebatan lama soal makanan, keyakinan, dan gizi bagi anak-anak di negara berpenduduk terpadat di dunia ini.

Telur, yang sebelumnya disajikan seminggu sekali, mulai bulan lalu digantikan dengan alternatif nabati seperti potongan kedelai, keju cottage, dan lentil.

Hal ini setelah pemerintah negara bagian itu menunjuk Masyarakat Internasional untuk Kesadaran Khrishna (ISKCON), yang umumnya dikenal sebagai gerakan Hare Krishna, ditunjuk sebagai penyedia makan sekolah yang baru. ISKCON merupakan penyedia makan siang sekolah terkemuka di India yang hanya menyajikan makanan vegetarian.

"Kami akan memastikan bahwa nutrisi apa pun yang diperoleh anak dari telur, akan diimbangi atau dilampaui oleh protein dan vitamin berkualitas unggul dalam makanan kami," kata anggota senior ISKON, Surovijoy Govinda Das.

Namun beberapa ahli gizi punya pendapat berbeda.

"Telur adalah standar emas untuk kualitas protein," kata dokter kesehatan masyarakat, Sylvia Karpagam.

Partai Perdana Menteri Narendra Modi, yang meraih kekuasaan di Benggala Barat untuk pertama kalinya pada Mei, sering mempromosikan vegetarianisme sebagai bagian dari agenda nasionalnya meski sebagian besar umat Hindu di India mengonsumsi daging dan ikan.

Telur yang umumnya dianggap non-vegetarian oleh umat Hindu, bahkan lebih banyak dikonsumsi.

Mantan Ketua Menteri Benggala Barat, Mamata Banerjee, mengecam aturan menghilangkan telur dari makanan sekolah, karena dianggap bertentangan dengan budaya di negara bagian tersebut.

Beberapa guru juga telah menyatakan keprihatinannya, karena makan gratis di India telah mendorong tingkat kehadiran murid dan peningkatan gizi yang baik.

"Makan siang telah menjadi salah satu atraksi terbesar di sekolah dasar negeri," kata guru Raja Dey, kepada AFP.

Meski tidak ada data nasional yang mengaitkan telur dengan tingkat kehadiran di sekolah, namun Dey mengatakan siswa datang dalam jumlah besar pada hari-hari di mana telur disajikan dalam menu makan gratis.

Di negara bagian selatan Karnataka, angka resmi dari tahun lalu menunjukkan bahwa kehadiran meningkat dari 93,5 menjadi 98,97 persen, setelah distribusi telur diperluas menjadi enam hari dalam seminggu.

(isa/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK