Tak Muncul Sejak 2022, Suu Kyi Dikhawatirkan Anak Meninggal di Tahanan

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 13:00 WIB
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Foto: AFP/STR
Jakarta, CNN Indonesia --

Keberadaan pemimpin Myanmar yang dikudeta militer, Aung San Suu Kyi, hingga kini masih menjadi misteri.

Pemimpin militer Aung Ming Hlaing menggulingkan pemerintahan yang sah pada Februari 2021. Mereka juga menculik presiden, Suu Kyi, hingga sekutu dekatnya.

Kekhawatiran itu kian memuncak bagi anak Suu Kyi, Kim Aris, usai anjing peliharaannya Taichito meninggal pada Juni lalu di bekas rumahnya di Yangon.

"Saya rasa dia adalah hadiah terbaik yang pernah saya berikan. Dia sangat setia kepadanya," kata Aris, dikutip The Economist, Senin (13/7).

Taichito merupakan hadiah dari Aris usai Suu Kyi bebas dari penjara pada 2010 atas tuduhan memicu pembantaian di Depayin. Sejak saat itu, Taichito selalu mengikuti tuannya. Namun saat Suu Kyi ditahan pada 2021, militer tak mengizinkan anjingnya ikut serta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Aris berkeliling dunia mendesak kepala negara menyerukan militer Myanmar memberi "bukti keberadaan" ibunya.

Suu Kyi terakhir muncul dalam sidang yang dibuat-buat militer pada akhir 2022. Sejak itu, militer menolak permintaan pengacaranya untuk menemui Suu Kyi.

Di kesempatan terpisah, Aris sempat menduga sang ibu meninggal.

Menurut dia, Suu Kyi memiliki sederet masalah kesehatan seperti tulang, gigi, gusi, dan jantung. Namun, Aris tak mengetahui pasti kondisinya dan hanya menerima laporan seporadis.

Usianya yang kini menginjak 81 tahun dan riwayat penyakit yang diderita membuat Suu Kyi sulit bertahan di kondisi ekstrem.

Aris menyakini ibunya ditahan di Naypyitaw. Dalam surat terakhir yang diterima dua tahun lalu, Suu Kyi mengeluh suhu ekstrem di sel selama bulan-bulan musim panas dan musim dingin.

"Dia punya masalah kesehatan yang berkelanjutan. Tidak ada yang melihatnya selama lebih dari dua tahun," kata Aris pada Desember tahun lalu, dikutip Reuters.

"Dia tidak diizinkan untuk berhubungan dengan tim pengacaranya, apalagi keluarganya. Sejauh yang saya tahu, dia mungkin sudah meninggal," imbuh dia.

Aris menduga Aung Hlaing punya agenda khusus untuk Suu Kyi.

"Jika dia memang ingin menggunakan ibu saya untuk mencoba menenangkan masyarakat umum sebelum atau sesudah pemilihan umum, baik dengan membebaskannya atau menempatkannya dalam tahanan rumah, setidaknya itu akan menjadi sesuatu yang baik," kata dia.

Aung Hlaing menggelar pemilu pada Februari lalu. Sebelum dan sesudah pemilihan yang dibuat-buat itu pun Suu Kyi tak muncul ke publik.

(isa/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK