Ini Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diincar Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan 'meratakan' Pegunungan Pickaxe saat AS dan Iran kembali membara sejak awal bulan ini.
"Kita akan merebut Pickaxe Mountain. Katakan pada Iran untuk bersiap-siap," kata Trump dalam sebuah wawancara pada 13 Juli di acara Hugh Hewitt Show.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pickaxe Mountain adalah sebuah fasilitas yang dibentengi dan terkubur jauh di bawah tanah dekat salah satu situs nuklir utama Iran, Natanz. Lokasinya ada di 220 kilometer di selatan Teheran dan 2 kilometer dari kompleks nuklir Natanz.
Sebagai informasi, Natanz merupakan tempat dua pabrik pengayaan uranium Iran berada, yang dibom AS-Israel selama perang pada Februari lalu. Situs ini juga jadi target serangan dalam perang 12 hari pada 2025.
Dilansir dari Reuters, Pickaxe Mountain memiliki terowongan yang masih dalam pembangunan. Namun, terowongan ini tidak diincar AS-Israel dalam perang sebelum-sebelumnya.
Puncak Pickaxe Mountain menjulang hingga setinggi 1.600 meter di atas permukaan laut. Pickaxe Mountain diyakini terkait dengan program nuklir Iran.
Situs ini dibangun pada 2020, setelah Iran melaporkan ledakan di fasilitas Natanz oleh tindakan sabotase.
Iran saat itu menyatakan sabotase Natanz telah mengakibatkan kerusakan signifikan yang dapat memperlambat pengembangan sentrifugal pengayaan uranium.
Pada September 2020, kepala program nuklir Iran saat itu, Ali Akbar Salehi, mengatakan negaranya telah mulai membangun "aula yang lebih modern, lebih besar, dan lebih komprehensif dalam segala dimensinya di jantung gunung dekat Natanz" untuk memproduksi sentrifugal canggih.
Kepala Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi pada Maret mengatakan kepada PBS Frontline bahwa Iran sebelumnya sudah mengumumkan niatnya untuk melakukan aktivitas nuklir di Pickaxe Mountain.
"Ini adalah bagian dari niat mereka yang cukup sistematis untuk menempatkan fasilitas paling sensitif mereka di bawah tanah," ujarnya.
Menurut Institute for Science and International Security (ISIS), yang telah menganalisis citra satelit situs tersebut, Pickaxe Mountain memiliki dua pasang pintu masuk terowongan, yang diasumsikan mengarah ke satu fasilitas yang diperkirakan berada setidaknya 100 meter di bawah gunung.
ISIS menyebut dua pintu masuk terowongan bagian timur sebagian telah diurug sejak perang AS vs Iran pecah. Tujuannya, untuk menghalangi akses kendaraan darat.
Dalam pidato pada 13 Juli, Trump menyampaikan bahwa Washington tidak melihat aktivitas apa pun di Pickaxe Mountain. Ia menduga Iran berhati-hati dengan fasilitas tersebut karena tak ingin diincar AS.
"Kami tidak melihat aktivitas apa pun di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan dengan baik. Setiap kali kami mendengar tentang itu, kami meledakkannya. Jadi mereka tidak suka membicarakannya. Tapi kami mungkin akan mengincar Pickaxe Mountain dalam waktu relatif singkat," kata Trump.
Menurut ISIS, Pickaxe Mountain sepertinya memang belum beroperasi. Mereka tidak mengetahui kapan tepatnya fasiitas itu dapat beroperasi.
"Juga belum jelas apakah Iran masih berencana membangun fasilitas perakitan skala besar, mengingat hancurnya program sentrifugal Iran, termasuk kemampuan Iran untuk membuat komponen sentrifugasi yang dibutuhkan untuk pabrik perakitan," demikian pernyataan ISIS.
"Meski demikian, jika Iran mulai membangun kembali kemampuan manufaktur sentrifugalnya, mereka dapat merencanakan untuk memasang fasilitas perakitan sentrifugal yang lebih kecil di Pickaxe Mountain yang mampu melayani program senjata nuklir," lanjut ISIS.
Para ahli memperkirakan kompleks yang terkubur sangat dalam itu berada di luar jangkauan bom penghancur bunker paling ampuh dalam persenjataan AS.
ISIS menilai situs tersebut "akan lebih cocok bagi pasukan darat untuk menyerang atau melakukan sabotase".
"Namun, kerentanan juga mungkin ada yang bisa dieksploitasi oleh senjata penembus kedalaman bumi melalui serangan udara," katanya.
Peneliti di Foreign Policy Research Institute Sam Lair mengatakan pihaknya menyimpulkan bahwa ada aktivitas yang sedang berlangsung di Pickaxe Mountain, yang ingin dilanjutkan oleh Iran.
"Tetapi mereka masih cukup khawatir tentang potensi serangan sehingga mereka mengambil langkah-langkah untuk memperkuat pertahanan mereka," ucapnya.
(blq/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]



